Minggu, 17 Februari 2019

JURUS JITU MENDATANGKAN REJEKI

JURUS JITU MENDATANGKAN REJEKI
(Cerita Sukardi Mencari Rejeki)

Suatu hari, saat matahari senang-senangnya menyinari bumi. Burung-burung pipit berkejar-kejaran saling menyahut satu sama lain. Orang-orang mulai pulang dari sawah untuk ibadah dan mengisi perut. Sukardi tampak murung di pelataran rumahnya, sesekali menghisap batang rokoknya yang tinggal beberapa inci saja. Kopi yang di depannya masih penuh, mungkin Sukardi lupa menyeruputnya sambil merokok atau mungkin merasakan pahitnya kopi sama dengan pahitnya hidupnya.
Suatu saat, ketika hari masih gelap namun sudah kelihatan berkas-berkas cahaya dari timur, orang-orang berhamburan keluar rumah, lari menuju rumah Sukardi. Para tetangga bingung dan bertanya-tanya ada apa. Istri Sukardi waktu itu menjerit minta tolong, katanya Sukardi menenggak baygon cair kemudian kejang-kejang. Tapi, untung nyawanya tak ikut melayang bersama sirnanya malam karena para tetangga sigap dan langsung dibawa ke rumah sakit.
Seminggu Sukardi terkulai lemas. Beberapa kali Sukardi bergumam “Kenapa hidupku begini? rejeki mampet, hutang banyak dan dagang berkurang terus. Tuhan mengapa begini? engkau tidak adil”. Istri Sukardi hanya bisa mengelus dada dan menasihati suaminya itu, “Sudahlah Pak, yang sabar, jangan memikirkan itu dulu, yang penting kesehatan Bapak sekarang”. “Ibu begitu terus ” gerutu Sukardi. Setelah seminggu Sukardi sehat kembali badannya, entah dengan pikirannya.
Tepat pukul 19.00 WIB, entah darimana timbulnya pikiran, tiba-tiba Sukardi ingin bermain ke rumah teman lamanya yang bernama Sukarwan. Sukardi tidak ingin meminjam uang atau menggadaikan barang, tapi dia hanya ingin bertemu saja, sekedar melepas rindu antarsahabat lama yang jarang bertemu. Sesampai di rumah Sukarwan, sambutan hangat pun diterima Sukardi. Berpelukan, serasa lama tidak bertemu. Begitulah akrabnya mereka berdua.
Di teras depan rumah Sukarwan obrolan terjadi, tidak tentu arah dan tidak tentu topiknya. Tiba-tiba saja obrolan sampai pada pekerjaan. “Sukardi, pekerjaanmu bagaimana? Tanya Sukarwan”. “Masih begitu Wan, daganganku sekarang berkurang, hutang banyak. Tidak tahu kenapa begini. Rejekiku sepertinya mampet” jelas Sukardi sambil menunduk dan sesekali menatap Sukarwan dengan mata seolah menahan tetes air mata.
“Sukardi, gini, kamu jangan berkata begitu, semua rejeki itu sudah ada yang mengatur.  Bukankah Tuhan itu sudah menjamin rejeki setiap makhluknya” ucap Sukarwan sambil menghisap menghisap rokok yang tinggal hisapan terakhir. “Kami enak Wan bicara seperti itu, rumah besar, pekerjaan lancar, uang ngalir terus” keluh Sukardi dengan nada ketus dan mengerutkan dahi. Tak mau kalah argument dan ingin menasehati teman yang keliru cara berpikirnya, Sukarwan mengambil nafas dalam-dalam lalu menyulut rokonya lagi. Setelah beberapa kepulan asap keluar, mulailah Sukarwan berbicara, “Begini Sukardi simpelnya, saya ada jurus jitu mendapatkan rejeki”. Wajah Sukardi berubah mendengar pernyataan Sukarwan, antusias dan penasaran pun ditunjukkan Sukardi. “Ayo Wan, apa Wan?” merengek seperti anak kecil. Begitulah Sukardi yang memang akrab dengan Sukarwan.
Beberapa saat Sukarwan diam mengumpulkan kata-kata dan kemudian mulai berbicara tentang jurus tadi. “Oke, dengarkan baik-baik Di!” memperingatkan dan melanjutkan “Ini jurus ampuh sekali, aku telah memparktikannya Di. Pertama, kamu harus sholat Di. Coba kamu pikir Di, saat adzan itu ada bacaan hayya alasshola yang artinya mari kita sholat, terus setelah itu ada bacaan hayya alal falah yang artinya mari menuju kemenangan. Dari itu Di, kita dapat renungkan kalau Tuhan memerintahkan kita melaksanakan sholat untuk menuju kemenangan. Nah, kemenangan di sini juga termasuk kelancaran rejeki Di. Sampai sini mengerti Di?” tanya Sukarwan memastikan pemahaman Sukardi. Sukardi tidak menyahut tetapi mengangguk dengan penuh keyakinan.
“Kedua Di, kamu harus berdoa. Coba kamu bayangkan Di, dulu ketika kamu kecil sering kan minta uang, mainan dan lain-lain ke orang tuamu? Pernah sampai merengek dan menangis kan? Nah, sekarang kamu coba renungkan lagi Di, Tuhan itu Maha Pengasih, Maha Penyayang, dan Maha Memberi. Kamu meminta apapun – apalagi hanya rejeki- pasti Tuhan beri Di. Ingat Di Tuhan itu bukan ibu kamu yang kadang memarahi kamu sebelum memberi yang kita mau. Tuhan itu tidak akan memarahi kamu karena kamu merengek dan menangis terus meminta. Justru Tuhan itu senang melihat hambanya memohon kepadaNya. Makanya Di, teruslah berdoa Di”.
“Yang ketiga sedekah Di. Kalau kamu bertanya kok bisa? Aku jawab bisa Di, malah lebih banyak yang kamu terima. Begini penjelasannya Di, coba kmu perhatikan orang yang menanam padi Di. Apakah benih yang mereka tanam sama banyaknya dengan hasil panen mereka Di? Tidak kan?”. Sukardi mengangguk saja. “Justru Di, yang mereka panen lebih banyak berkali-kali lipat dari benih yang ditanam. Sama juga Di dengan sedekah yang kita beri ke orang lain. Kita akan memperolah lebih banyak lagi dari yang kita beri Di dan yang memberi itu Tuhan Di”. “Kamu, ngangguk-ngangguk saja dari tadi Di, ngerti tidak Di penjelasanku?” tanya Sukarwan yang melihat Sukardi hanya mengangguk dari tadi. “Iya Wan aku ngerti penjelasanmu. Ada lagi tidak?” sergah Sukardi.  
“Dan yang terakhir Di, kamu harus kerja. Ingat ya Di kerja! Bagaimana mau mendapat rejeki kalau kamu tidak kerja Di. Jadi orang jangan malas Di, bekerja itu kewajiban Di untuk memenuhi nafkah keluargamu Di. Orang malas hanya akan mengeluh Di dan disitulah setan akan datang untuk menggoda. Contohnya seperti yang kamu lakukan beberapa waktu lalu itu, yang katanya menenggak baygon”. Sukarwan sambil tertawa dan Sukardi terlihat cemberut. “Sudahlah Wan jangan ungkit masalah itu lagi” pinta Sukardi pada Sukarwan. “Oh ya, satu lagi Di, kamu harus perbanyak istighfar memohon ampun kepada Tuhan Di”. “Siap Bos! Kamu kok alim ya sekarang?” sahut Sukardi sambil hormat ketika bilang siap bos.
“Itu Di jurus-jurusku yang aku amalkan, tidak ada lain Di dan tidak perlu ke dukun. Semoga kamu dalam rahmat Tuhan Di”. “Terima kasih Wan nasihatmu, insyaallah aku amalkan” jawab Sukardi sambil menghisap rokok yang sedari tadi lupa dihisapnya karena menyimak penjelasan Sukarwan.
Sukardi pamit pulang kepada Sukarwan karena telah malam telah larut dan angina semakin dingin. Malam itu Sukardi lewat jalan yang berbeda dari ketika dia berangkat ke rumah Sukarwan. Alasan Sukardi supaya pengalamannya tidak sama. Malam itu pula Sukardi merasa lega hati dan pikirannya setelah bertemu Sukarwan. Entah bagaimana Sukardi mengamalkan petuah Sukarwan, apakah istiqamah dan berhasil, tunggu episode selanjutnya. 

Senin, 21 Januari 2019

Tingkatkan Kemampuan Menulis Anggota, Osis SMA Plus adakan writing class

Tingkatkan Kemampuan Menulis Anggota, Osis SMA Plus adakan writing class

Tingkatkan Kemampuan Menulis Anggota, Osis SMA Plus adakan writing class
Hari Senin (21/1/2019) Osis SMA Plus Miftahul Ulum mengadakan kegiatan writing class. Kegiatan yang dilaksanakan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis anggota osis. Pelaksanaan kegiatan tersebut bertempat di Lab. Komputer Sekolah dari pukul 07.00-12.00 WIB.
“Ini sangat baik. Kami mengadakan kegiatan ini untuk meningkatkan kemampuan kami dalam menulis.” ungkap Misbahul Munir selaku ketua Osis SMA Plus Miftahul Ulum periode 2018/2019.
Kegiatan writing class juga mendapat respon yang baik dari Moh. Lutfi selaku pembina osis. Dalam sambutannya beliau menyatakan kegiatan seperti ini harus terus dilakukan untuk menambah wawasan. Selain itu, menurut beliau anggota Osis SMA Plus Miftahul Ulum harus memberi contoh kepada siswa lainnya khususnya dalam bidang menulis.
Sub tema yang dibahas meliputi menulis surat resmi, menulis proposal kegiatan, dan menulis berita dan opini. Narasumber yang dihadirkan adalah wakasek kurikulum, 1 guru bahasa Indonesia, dan pembina Osis

Sabtu, 19 Januari 2019

SMARTPHONE ITU CANDU

SMARTPHONE ITU CANDU

SMARTPHONE ITU CANDU
Kiranya patut kita berterima kasih atas penemuan telepon oleh Antonio Meucci (1849) sebagai alat komunikasi yang dapat digunakan sampai saat ini. Perkembangan telepon semakin lama semakin pesat dan praktis. Pada tahun 1928 Martin Cooper menemukan telepon genggam (handphone) yang dapat dibawa kemana-kemana. Dari penemuan Martin Cooper inilah menjadi cikal-bakal perkembangan dan kemajuan telepon genggam di seluruh dunia khususnya Indonesia, sehingga pada perkembangan berikutnya dikenallah telepon pintar (smartphone).
 Cepatnya perkembangan smartphone menjamur ke seantero negeri mejadikan negeri ini sebagai pangsa pasar besar yang dijadikan produsen untuk meraup keuntungan penjualan. Dilansir dari laman kominfo.go.id, lembaga riset digital marketing memperkirakan bahwa pada tahun 2018 jumlah pengguna aktif smartphone di Indonesia lebih dari 100 juta orang. Ini membuktikan bahwa hampir separuh penduduk Indonesia menggunakan smartphone. Dari banyaknya pengguna ini pulalah menunjukkan smartphone di negeri ini menjadi candu.
Pengguna smartphone tak mengenal usia. Penggunanya dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak sampai dewasa. Penggunaan smartphone dapat memungkinkan orang untuk mengakses segala sesuatu yang berkaitan dengan pengetahuan kehidupan, mulai dari yang baik sampai yang buruk. Gesellschaft für Konsumforschung (GfK) Asia menyebutkan bahwa rata-rata pengguna smartphone di Negara Indonesia menghabiskan 5.5 jam dalam sehari.
Smartphone memiliki kelebihan tersendiri dibandingkan dengan perangkat lainnya seperti computer dan laptop. Barangnya yang kecil dan ringan memudahkan penggunanya untuk membawa kemana saja, tinggal dimasukkan dalam kantong atau tas kecil. Apabila sewaktu-waktu penggunanya ingin menggunakan tinggal ambil dan siap digunakan. Oleh karenanya, smartphone dapat digunakan dimana saja asal suka. Sambil duduk di warung kopi, kantor, taman atau tempat lainnya orang bisa menggunakannya, terlebih lagi di tempat yang menyediakan jaringan wifi gratis.
Lalu apa saja yang diakses sehingga penggunanya dapat menghabiskan waktu berjam-jam? Jawabannya cukup beragam. Pada umumnya pengguna smartphone berselancar dengan internet mengakses google, youtube, situs belanja oline atau sekedar online di dunia maya semisal facebook, twitter dan instagram. Selain berselancar dengan internet, pengguna kerap kali bermain game online seperti Mobile Legend, PUBG, dan game-game lainnya yang menarik.
Khusus game pertama (Mobile Legend) memiliki banyak peminat di Indonesia. Game yang dibuat oleh Moonton ini memang sangat menarik dengan didukung grafis yang bagus pula. Operational Moonton Indonesia, Dimaz Wiratama S menyebutkan bahwa penggna aktif bulanan Mobile Legend di Indonesia mencapai 50 juta. Ini sangat menarik sekali untuk dibahas dan mungkin akan dibahas pada opini berikutnya.
Beragam fitur yang disediakan dalam internet membuat smartphone seolah tidak ingin lepas dari genggaman. Sebab itu, selain memiliki dampak yang positif, terdapat pula dampak yang negative. Kecanduan smartphone akan berpengaruh terhadap kesehatan dan lingkungan sosial. Dalam bidang kesehatan, smartphone akan menurunkan kinerja otak, mata menjadi rabun, dan kram terhadap leher. Dalam lingkungan social, seseorang akan bersikap antipasti terhadap orang lain dikarenakan sibuk dengan apa yang digenggam.
Masalah yang kedua ini cukup mudah kita temui dalam lingkungan social. Sebagai contoh, cobalah pergi ke warung kopi yang menyediakan layanan wifi gratis maka akan kita temui orang-orang yang asyik dengan smartphonenya. Keasyikan tersebut membuat lupa pada orang yang ada di sebelahnya karena ada dunia yang dianggap lebih menarik daripada dunia riil yang ada di depan mereka. Ketika ditanya pun akan menjawab dengan seadanya saja dan bahkan jawaban yang diberikan sambil lalu melihat smartphone yang digenggam. Sikap antipati seperti ini akan menyebabkan anti social sehingga orang akan merasa tidak perlu berteman, bertetangga, dan bermasyarakat.
Penggunaan smartphone tanpa batas akan menyebabkan pergeseran nilai-nilai kehidupan, seperti pergeseran nilai social menjadi nilai egoisme pengguna. Dampak seperti ini tidaklah baik, khususnya bagi pengguna itu sendiri dan masyarakat pada umumnya. Kebiasaan gotong royong dan hidup bersama yang telah menjadi ciri kehidupan bermasyarakat di negara tercinta ini harus berubah menjadi kehidupan individualisme seperti orang-orang luar negeri (Amerika dan Eropa). Kehidupan bermasyarakat kita sudah baik dan jangan sampai hilang karena pengaruh barang kecil yang bernama smartphone.
Perlu ada penanganan serius untuk menangani masalah ini. Perlu ada batasan yang jelas dalam menggunakan smartphone, semisal berapa jam dalam sehari. Penanganan yang baik akan membuahkan hasil yang baik pula. Penanganan dapat dimulai dari diri sendiri dengan membatasi penggunaannya. Dalam kehidupan keluarga dapat dibuat peraturan atau larangan menggunakan smartphone di waktu-waktu tertentu. Selain itu, harus ada larangan atau batasa menggunakan smartphone bagi anak kecil. Kebiasaan membiarkan anak bermain smartphone adalah cikal bakal kecanduan anak terhadap smartphone. Semua langkah atau penanganan tersebut harus dijalankan dengan konsisten dan disiplin agar memperoleh hasil yang baik di masa depan.

Selasa, 08 Januari 2019

AWALI SEMESTER GENAP DENGAN PEMBERIAN PENGHARGAAN

AWALI SEMESTER GENAP DENGAN PEMBERIAN PENGHARGAAN

AWALI SEMESTER GENAP DENGAN PEMBERIAN PENGHARGAAN

SMA Plus Miftahul Ulum, Tarate, Pandian awali aktivitas sekolah dengan upacara bendera pada hari Senin, 08 Januari 2019. Upacara pertama di semester genap tahun pelajaran 2018-2019 kali ini berbeda dengan upacara sebelumnya. Pada upacara pertama ini ada pemberian penghargaan kepada siswa-siswi berprestasi di kelas.
“Pemberian penghargaan kepada siswa bertujuan untuk memotivasi siswa dalam belajar. Bagi yang mendapatkan penghargaan agar meningkatkan kembali belajarnya. Sementara itu, bagi yang belum mendapatkan agar terus belajar untuk hasil yang lebih baik”. “Satu lagi, ke depannya akan ada program beasiswa bagi siswa yang berprestasi” terang Bapak Nilta Najmur Rahman selaku wakil kepala sekolah bidang kurikulum ketika menyampaikan sambutannya.
Di lain pihak, ada berbagai komentar positif dari siswa yang mendapatkan penghargaan. Di antaranya adalah pernyataan Dinda Fitriyani (Siswi kelas X-C), “Saya senang sekali mendapatkan penghargaan ini sekaligus merasa bangga meski dapat peringkat dua sih. Penghargaan ini setidaknya dapat memotivasi saya untuk terus belajar”. Lain halnya dengan Dinda, Siti Aisyah (siswi kelas XI-E) dengan nada bercanda meminta agar penghargaan yang diberikan kepada siswa nanti ditambah piala untuk kenang-kenangan, "Kalau bisa ditambah piala lagi, Pak".
Selain pemberian penghargaan kepada siswa-siswi berprestasi, pada upacara tersebut ada pula pemberian hadiah bagi juaran-juarawati yang memenangkan lomba pada saat class meeting sebelum liburan semester ganjil. Nampak sekali antusias siswa ketika menunggu pengumuman siswa-siswi berprestasi dan juarawan-juarawati.

Jumat, 14 Desember 2018

SERBA SERBI PELAKSANAAN PAS BAK GANJIL TP. 18/19

SERBA SERBI PELAKSANAAN PAS BAK GANJIL TP. 18/19

 TAMPILAN SERVER PAS BAK
 RAPAT PERSIAPAN PAS BAK
 PESERTA RAPAT PAS BAK
 RAMAH TAMA SETELAH RAPAT PAS BAK
  RAMAH TAMA SETELAH RAPAT PAS BAK
 SIMULASI PENGAWAS PAS BAK
 SIMULASI PENGAWAS PAS BAK
 SIMULASI PENGAWAS PAS BAK
 PELAKSANAAN PAS BAK
  PELAKSANAAN PAS BAK
 MONITORING PENGAWAS BINAAN Bpk. RUSLIY, MP.d
  PELAKSANAAN PAS BAK
  PELAKSANAAN PAS BAK
  PELAKSANAAN PAS BAK
 PELAKSANAAN PAS BAK

Selasa, 04 Desember 2018

PRAKTEK PRAKARYA KELAS XII-A

PRAKTEK PRAKARYA KELAS XII-A

 Ibu. INDAH SETIAWATI, S. Pd. Bersama siswa kelas XII-A dengan hasil karyanya