Kamis, 18 September 2025

Siswa Antusias Ikuti Pemilihan Ketua OSIS, Wujudkan Demokrasi Sehat di Sekolah

Siswa Antusias Ikuti Pemilihan Ketua OSIS, Wujudkan Demokrasi Sehat di Sekolah


Pemilihan Ketua OSIS SMAS PLUS MIFTAHUL ULUM hari ini Kamis, 18 September 2025 berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Sejak awal, suasana sekolah sudah dipenuhi semangat demokrasi, di mana para kandidat menampilkan visi, misi, serta program unggulan mereka dengan percaya diri.

Debat kandidat menjadi salah satu momen paling seru, ketika masing-masing calon adu gagasan dengan tajam namun tetap menjunjung tinggi sportivitas. Siswa-siswi yang hadir memberikan dukungan penuh, sorak-sorai semangat, hingga yel-yel kreatif semakin memeriahkan suasana.

Tak hanya itu, keterlibatan seluruh warga sekolah—mulai dari guru, staf, hingga siswa—menjadi bukti nyata bahwa pemilihan OSIS bukan sekadar seremonial, melainkan juga sarana pembelajaran berdemokrasi. Proses pemungutan suara berjalan tertib, transparan, dan penuh rasa kebersamaan.

Rumzil Azizah M.Pd Kepala SMAS PLUS MIFTAHUL ULUM berpesan: “Hari ini kita semua adalah pemenang. Ketua OSIS terpilih harus mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, sedangkan yang belum terpilih tetap memiliki kesempatan besar untuk berkontribusi di OSIS maupun kegiatan sekolah lainnya. Kepemimpinan sejati bukan soal jabatan, melainkan tentang pelayanan.”

Hasil akhir pemilihan ditunggu dengan penuh harap, siapa pun yang terpilih diyakini mampu membawa OSIS SMAS PLUS MIFTAHUL ULUM menjadi organisasi yang aktif, kreatif, dan inspiratif.

Dengan semangat persatuan dan sportivitas, pemilihan Ketua OSIS tahun ini menjadi bukti bahwa generasi muda siap memimpin dengan ide-ide segar dan komitmen kuat demi kemajuan sekolah tercinta.

Selasa, 09 September 2025

Tim Literasi SMAS Plus Miftahul Ulum Apresiasi Siswa yang Berpartisipasi dalam Kegiatan Menulis Bertema Kemerdekaan

Tim Literasi SMAS Plus Miftahul Ulum Apresiasi Siswa yang Berpartisipasi dalam Kegiatan Menulis Bertema Kemerdekaan

 

Pemberian Penghargaan Oleh Kepala Sekolah

Sumenep - Tim literasi SMAS Plus Miftahul Ulum memberikan apresiasi kepada siswa-siswi yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan menulis periode Agustus dengan tema "Kemerdekaan dalam Lingkup Pendidikan." Acara pemberian apresiasi ini dilaksanakan pada hari Senin, 08 September 2025, saat upacara bendera di halaman sekolah.

Dalam kegiatan menulis ini, siswa-siswi SMAS Plus Miftahul Ulum menunjukkan antusiasme dan kemampuan menulis yang luar biasa. Mereka mengirimkan berbagai karya tulis, seperti puisi, cerpen, dan esai, yang menggambarkan makna kemerdekaan dalam konteks pendidikan.

Sebagai bentuk penghargaan atas partisipasi dan karya yang telah dihasilkan, tim literasi memilih dua karya yang menonjol, yaitu puisi karya Nur Azizah Asyura Baihaqi dan Dewi Ariska. Kedua puisi tersebut dinilai memiliki tema yang kuat, bahasa yang indah, dan pesan yang inspiratif.

"Kami sangat mengapresiasi partisipasi aktif siswa-siswi kami dalam kegiatan menulis ini," ujar Bapak Lutfi, selaku ketua tim literasi SMAS Plus Miftahul Ulum. "Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat meningkatkan minat baca dan menulis siswa, serta menumbuhkan semangat nasionalisme dan cinta tanah air."

Dalam acara pemberian apresiasi ini, Nur Azizah Asyura Baihaqi dan Dewi Ariska menerima hadiah berupa penghargaan yang diserahkan langsung oleh kepala sekolah. Selain itu, karya-karya mereka juga akan dipublikasikan di majalah dinding sekolah dan website resmi SMAS Plus Miftahul Ulum.

"Saya sangat senang dan terharu atas apresiasi ini," kata Nur Azizah Asyura Baihaqi. "Saya berharap puisi saya dapat menginspirasi teman-teman untuk terus berkarya dan mencintai tanah air."

Dewi Ariska juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada tim literasi SMAS Plus Miftahul Ulum yang telah memberikan kesempatan kepada siswa-siswi untuk mengembangkan bakat menulis. Ia berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan semakin banyak siswa yang berpartisipasi.

Acara pemberian apresiasi ini disaksikan oleh seluruh siswa, guru, dan staf SMAS Plus Miftahul Ulum yang mengikuti upacara bendera. Suasana upacara menjadi lebih meriah dan penuh semangat. Semoga kegiatan ini dapat menjadi motivasi bagi siswa-siswi SMAS Plus Miftahul Ulum untuk terus berprestasi dan berkontribusi bagi bangsa dan negara.

Rabu, 03 September 2025

Inspiratif! Siswa SMAS Plus Miftahul Ulum Ini Dalami Ilmu Al-Qur'an di Daurah Istiqhtob Madinah

Inspiratif! Siswa SMAS Plus Miftahul Ulum Ini Dalami Ilmu Al-Qur'an di Daurah Istiqhtob Madinah



Sumenep, 3 September 2025 – Ainur Wafi, siswa kelas 12 SMAS Plus Miftahul Ulum, menunjukkan semangat belajar yang luar biasa dengan mengikuti Daurah Istiqhtob di Maqori Quraniyyah Madinah Al-Munawwarah. Program intensif yang akan berlangsung selama 40 hari pada bulan Desember 2025 ini bertujuan untuk memperdalam ilmu Al-Qur'an dan pemahaman agama.

Keikutsertaan Ainur Wafi dalam Daurah Istiqhtob ini menjadi inspirasi bagi siswa-siswi lainnya di SMAS Plus Miftahul Ulum. Di tengah kesibukannya sebagai siswa kelas 12, Ainur Wafi tetap bersemangat untuk mengembangkan diri dalam bidang agama.

"Kami sangat bangga dengan Ainur Wafi yang memiliki inisiatif tinggi untuk mengikuti program Daurah Istiqhtob ini," ujar Kepala SMAS Plus Miftahul Ulum. "Semoga Allah SWT memberikan kemudahan dan keberkahan kepadanya selama mengikuti program, serta ilmu yang didapat dapat bermanfaat bagi dirinya, keluarga, dan sekolah."

Ainur Wafi dikenal sebagai siswa yang aktif, berprestasi, dan memiliki akhlak yang baik. Keikutsertaannya dalam Daurah Istiqhtob diharapkan dapat memotivasi siswa-siswi lainnya untuk terus mengembangkan diri, baik dalam bidang akademik maupun agama, serta mengharumkan nama sekolah di kancah internasional.

Selasa, 02 September 2025

Macho, Camilan Enak Khas Sumenep Penggugah Selera

Macho, Camilan Enak Khas Sumenep Penggugah Selera

 

Macho makanan khas Sumenep

Macho adalah makanan khas yang berasal dari Desa Kertasada, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep. Macho biasanya disajikan pada saat hari raya atau lebaran. Akan tetapi kerap juga dijadikan buah tangan pada saat menjenguk orang sakit atau oleh-oleh untuk keluarga.

Makanan khas ini terbuat dari gula yang dikeraskan, yang dibentuk menjadi lonjong dan dalamnya diberi ruang kosong. Pada bagian luarnya ditaburi semacam beras atau nasi berwarna merah muda dan putih. Jadi, tekstur Macho saat dimakan agak keras dan terasa kopong di mulut.

Dengan bentuknya yang unik, Macho dapat menarik minat orang untuk mencobanya. Walaupun memiliki tekstur yang agak keras dan terasa kopong di mulut, tidak mengurangi rasa yang terdapat pada Macho. Di Marengan Laok, banyak disajikan makanan khas tersebut pada saat hari raya atau lebaran, karena sudah menjadi ciri khas yang terdapat di Desa Marengan Laok.

Jadi Macho adalah makanan khas dari Desa Marengan Laok, yang disajikan pada saat lebaran dan kerap juga dijadikan buah tangan. Dengan bentuknya yang unik mampu menjadikannya ciri khas pada makanan tersebut.


Penulis 

Ladia Safira Putri & Rika Putri Ramadhani

Siswi kelas XI-C SMAS Plus Miftahul Ulum

Selasa, 26 Agustus 2025

BERKAT IBU PERTIWI

BERKAT IBU PERTIWI

 


Berkat Ibu Pertiwi
Dalam gelapnya negri ditangan penjajah
Tak ada yang mengecap indahnya semesta di antara ribuan manusia yang tumbang
Hidup wanita tiada henti menahan luka
Dihina karena dilihat sebagai makhluk lemah Padahal tak diizinkan untuk menyentuh pendidikan
Bodoh dalam dunia luar yang penuh ancaman
Dibuat buta oleh para penjahat yang hanya bisa bermain senjata
Tahun berganti tahun penuh sesak dan air mata hingga ibu pertiwi datang menyadarkan para wanita
Si cantik yang mengangkat derajat wanita dengan begitu hebat
Tak tumbang hanya karena cacian semata
Berdiri membela ribuan wanita Indonesia
Hingga wanita tak lagi di bawah kaki pria
Namun tak mengubah status jika wanita menjadi pemuda
Hanya mengajarkan kepada mereka agar Mandiri
Di antara badai yang memandang rendah


Mereka diatas Merdeka

Suara temrakan menggema di cakrawala
Menyerukan perjuangan yang tak ada habisnya Melumpuhkan senjata pembuat warna darah mengenang
Di setiap langkah pejuang yang rela tumbang Diantara sukma penuh penderitaan
Demi Bumi yang menjadi warisan
17 Agustus menjadi saku di antara semua bukti
Bahwa rakyat pantas merebut jiwa yang dipadamkan
Bung Karno dilantik Bung Hatta menjadi wakil Penjahat takut nantı tak pantas disegani
Menjadi hama lerusak negeri
Generası partas berbakti pada mereka yang cinta mati
Agar hidup seperti impian para pemimpin

Minggu, 24 Agustus 2025

SASTRA LUKA

SASTRA LUKA

 

Dewi Ariska | Siswa kelas XIB

SASTRA LUKA

Ia melangkah ke sudut dunia
Terusir dari secuil ruang bahagia
Terdiam dengan hati yang rusak
Hingga binasa karena luka yang membengkak

Terombang-ambing di lautan air mata
Begitu dahsyat menghacurkan rakitan jiwa
Meninggalkan luka tak kasat mata
Hingga tenggelam dalam kesunyian malam

Ia menangis dalam senyum
Memeluk kepingan diri yang sudah berantakan
Tak pernah lelah ia bercerita
Berdialog dengan kerinduan akan tawa

Biarkan ia bersastra
Melukis diri yang dibaluti jutaan luka
Biarkan ia bersastra
Menorehkan ribuan luka lewat senyumannya


TANGIS TAK BERUJUNG

Nyaringnya tangisan sepanjang lorong
Menemani runtuhan dinding yang tinggi
Menggema di setiap lorong penuh darah
Kala meriam merenggut jiwa

Suara memekakkan telinga
Menjemput ratusan air mata
Meringrakuk
Tersudut dengan harapan yang semu

Tak ada yang lebih kejam
dari ganasnya penjajahan
Mereka tertawa
Seakan tuli dengan raungan manusia

Indonesia!
Negara dengan ribuan mimpi
hilang terenggut rasa iri
Indonesia?
Kini Kita Jaya
bersatu dalam ruang kedamaian


RUANG RINDU

Indah Wajahmu memanjakan Mata
berputar-putar melintasi jenuhnya pikiran
diterbangkan angin dengan manja
Lalu terjatuh di tanah Kenangan

Bayangmu selalu mencoba mendekat
Menyelumuti raga yang belum ikhlas
dengan senyum tenang yang terukir
Meski dipeluk tenang oleh bumi

Suaramu mengalun di benakku
Melintasi ruang waktu yang sudah Lusuh
Cintaku tak pernah pudar meski Jauh
entah akan berpaling ataukah semu