Tahun Baru Islam

Rumzil Azizah, M.Pd

"Tetap didik dan doakan anak kita menjadi manusia yang terbaik, karena kita bukan hakim yang harus memutuskan masa depan."

Moh. Nur, S.Kom

“Teruslah belajar dan siapkan masa depan dengan proses yang menyenangkan, bersabar dan ulet untuk menyelesaikan persoalan”

Ema Yuliatin, S.Pd

“Belajar akan lebih mudah meraih masa depan, ingat wajah orantuamu, maka kamu akan semangat kembali ”

SAMBUTAN KEPALA

Assalamu’alaikum warahmatullahiwabarakatuh.


Puji syukur kepada Alloh SWT, Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan Rahmat dan Anugerah-Nya kepada kita semua. Sebagai salah satu sekolah penggerak yang ada di Kab. Sumenep dimana informasi sangat dibutuhkan untuk menjawa dan meyampaikan perkembangan sekolah kami. Besar harapan kami, sarana ini dapat memberi manfaat bagi semua pihak yang ada dilingkup pendidikan dan pemerhati pendidikan secara khusus bagi SMA PLUS MIFTAHUL ULUM. Sekolah kami berada didalam Pondok Pesatren Al-Uysmini dimana AHLAQ menjadi yang paling utama bagi seluruh keluarga besar SMA PLUS MIFTAHUL ULUM. Terima kasih atas kunjungannya di website kami maju terus untuk mencapai SMA PLUS MIFTAHUL ULUM yang lebih baik lagi. Wallahul muwafiq ila aqwamith thariq Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Informasi TERBARU

Kami sajikan informasi terupdate disini khusunya pekembangan SMAS PLUS MU SUMENEP

polio

MENGENAL LEBIH JAUH

SMA Plus Miftahul Ulum bediri sejak 2016 atas pemikiran Drs. K.H. Abdullah Cholil M.Hum dimana beliau resah terhadap santri yang menetap dipesantren dan masih sekolah umum diluar pesantren, sebab diluar berbeda dalam pergaulan, tidak seperti pesantren. Jika santri sekolah didalam maka bagi pengasuh lebih mudah dalam mengontrol santri sebagaimana yang diamanahkan oleh wali santri.


SMA ini tentu harus berbeda dengan SMA lain sehingga pengasuh memberi nama Plus Miftahul Ulum, Plus disini lebih dikhususkan kepada pendalaman ilmu agama, dan tidak menutup kemungkinan plus plus yang lain. sejak awal berdiri sampai sekarang SMA Plus Miftahul Ulum mendapat sambutan baik dari masyarakat hal ini dapat dilihat dari kwantitas siswa/i dan kwalitas dalam kegitan belajar mengajar oleh pendidik yang berdidikasi tinggi,


Kapan Berdiri
Baca sejarah SMA Plus
1
...
Kurikulum Sekolah
....
1
...
Fasilitas yang disediakan
...
1
...
Kemudahan dalam belajar
...
1
...
Apa saja kretivitas yang telah dihasilkan
...
1
...

Informasi UMUM

Kami akan suguhkan informasi seputra pendidikan

Minggu, 17 Mei 2026

MENGAPA TAK PERNAH SADAR?

MENGAPA TAK PERNAH SADAR?

Ilustrasi (Foto: Aditya Aji/AFP viahttps://www.trenmedia.co.id/)

(Akhir tahun memang selalu membuat was-was khususnya tahun ini. Pasalnya hujan dan angin selalu datang beriringan, bencana datang. Tragedi bencana alam tanggal 25 November 2025 menjadi bukti nyata bahwa akhir tahun menyimpan ceritanya sendiri dalam kalender akhir tahunku. Terkhusus Pulau Sumatera, aku mempunyai catatan sendiri tentang bencana alam karena mengingatkanku pada tahun 2004 saat tsunami menerjang Aceh karena bertepatan dengan ulang tahunku. Bencana di Sumatera tidak lahir dengan sendirinya, tetapi campur tangan manusia memberikan andil besar. Puisi ini lahir karena perkara ini sebagai bentuk catatan untuk kesadaran.)

Bulan November memasuki akhir

Aku mendongak meramal cuaca di pelataran rumah

Kataku dalam hati :

Biasanya akhir tahun angin kencang dan hujan

Sambil mengisap lingting rokok yang tinggal separuh

Dengan trauma kambuhanku,

Teringat pula tahun dua ribu empat

Tsunami menggulung Aceh

Tanggal dua puluh enam desember[1]

Tepat hari ulang tahunku

Rakyat berduka, Indonesia berduka.

Aku yang waktu itu menonton lewat televisi tetangga mengelus dada

 

Kini, di akhir tahun kembali

Aceh dan daerah sumatera lainnya kembali menangis dengan air[2]

Air bah yang melumat semuanya

Air mata kehilangan

Air mata kesedihan

Air mata doa

Air mata harapan

Seribu dua ratus lebih orang meregang nyawa[3]

Ratusan ribu orang mengungsi

Sementara yang lain ada yang mencuri simpati

Biar dikira peduli, memilukan diri lalu selfie

 

Mengapa tak pernah sadar?

Ada yang beda dari dua bencana ini

Satu karena alam, satunya campur tangan manusia

Kayu gelondongan menggelinding

Hutannya dibabat diganti sawit-sawit

Mineralnya diambil

Kapan sumatera akan damai?

 

Perlu kiranya duduk di teras rumah

Mengaji tanah dan hujan

Mengaji langit dan bumi

Mengaji air dan api

Agar semuanya seimbang[4]

 

Mengapa tak pernah sadar?

Padahal dengan bahasa yang paling sederhana

Seorang penyanyi telah mengingatkan

“Mengapa di tanahku terjadi bencana?”[5]

Bertahun-tahun lagu ini tetap di putar

Kadang menjadi backsound gambar atau video duka di medsos

Sayangnya lagu ini jadi teman penikmat senja

Pembaca infografik keuntungan

Tanpa membaca kerugian untuk alam dan anak cucu

 

Mengapa tak pernah sadar?

Padahal ucapan:

Selamat hari bumi

Selamat hari lingkungan hidup

Selamat hari air

Selamat hari udara

Dan hari-hari selamat lainnya yang banyak sekali

Justeru tidak menyelamatkan dari bencana

Poster dan ucapan dishare dari jari ke jari

Tapi tak sampai pada sanubari

 

Sumatera bukan anak kecil yang pura-pura menangis

Jika dibelikan balon dan permen kemudian diam

Sumatera adalah ruang belajar yang tak pernah dipelajari

Dari Suku Anak Dalam harusnya belajar[6]

Satu kehidupan satu pohon ditanam

Pada mereka harusnya belajar

Mengelola kidupan tanpa keserakahan

Pada mereka harusnya belajar

Untuk kembali mencintai bumi secara kaffah

 

 

 

 

Referensi

1Tsunami Aceh 2004 Kronologi, Korban, dan Reformasi Penanggulangan Bencana

2https://www.cnnindonesia.com/nasional/20251127135953-20-1300085/fakta-fakta-banjir-besar-kepung-aceh-sumut-hingga-sumbar.

3 Tragis! BNPB Sebut 1.200 Orang Tewas dalam Bencana Sumatera 

4 Thales: “Keseimbangan sebagai Inti Keberadaan Alam Semesta"

5 Lirik Lagu Ebiet G. Ade - Berita Kepada Kawan dan Maknanya Bertema Musibah Alam | kumparan.com

6 Belajar Melestarikan Tradisi dan Menjaga Alam dari Suku Anak Dalam

 



[1] Pada 26 Desember 2004, sekitar pukul 07:58 WIB, sebuah gempa bumi dengan kekuatan luar biasa mengguncang kawasan Samudra Hindia, sekitar 250 kilometer barat daya Aceh. Gempa ini tercatat memiliki magnitudo 9,1-9,3 Skala Richter (SR), menjadikannya salah satu gempa terbesar yang pernah tercatat dalam sejarah. Di Aceh, lebih dari 167.000 orang tercatat tewas, dengan ribuan lainnya terluka dan hilang. 

[2] Banjir dan longsor parah melanda beberapa wilayah di Pulau Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara (Sumut), hingga Sumatera Barat (Sumbar) menimbulkan korban jiwa hingga memutus akses komunikasi dan transportasi.

[3] Catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sejak akhir November 2025 hingga 20 Januari 2026

[4] Menurut Thales, alam semesta bekerja secara harmonis melalui interaksi elemen-elemen seperti air, tanah, udara, dan api. Ketidakseimbangan di antara elemen-elemen ini dapat menyebabkan kekacauan

[5] Salah satu karya Ebiet G. Ade yang sangat terkenal tentang musibah adalah Berita Kepada Kawan. Ebiet G. Ade ungkap bencana alam tersebut untuk mengintropeksi diri.

[6] Suku Anak Dalam bermukim di Pelepat, Bungo, Jambi. Masyarakat yang biasa disebut sebagai Orang Rimba ini terus menjaga tradisi nenek moyangnya, di mana nilai-nilai kehidupan tertinggi adalah menyatu dan bersahabat dengan alam.

Sabtu, 09 Mei 2026

Lepas Kenang Penuh Makna, SMAS Plus Miftahul Ulum Tekankan Ilmu dan Nilai Spiritual

Lepas Kenang Penuh Makna, SMAS Plus Miftahul Ulum Tekankan Ilmu dan Nilai Spiritual

Foto bersama lepas kenang siswa kelas XII


Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti kegiatan lepas kenang siswa kelas XII SMAS Plus Miftahul Ulum yang digelar pada Jumat, 8 Mei 2026. Kegiatan tersebut menjadi momentum emosional bagi para siswa, guru, dan orang tua dalam melepas 99 siswa-siswi menuju jenjang kehidupan yang lebih luas.

Acara berlangsung khidmat dengan berbagai penampilan persembahan siswa, penyampaian pesan dan kesan, serta prosesi pelepasan yang dipenuhi suasana haru. Tidak sedikit siswa dan guru yang tampak meneteskan air mata ketika mengenang perjalanan panjang selama menempuh pendidikan di sekolah tersebut.

Kepala SMAS Plus Miftahul Ulum, Rumzil Azizah, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas kelulusan para siswa. Saat ditemui tim redaksi, ia menegaskan bahwa kelulusan bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal untuk menghadapi kehidupan yang lebih besar.

“Hari ini, dengan rasa syukur dan bangga, kami melepas 99 siswa-siswi kelas XII SMAS Plus Miftahul Ulum. Ini bukanlah akhir perjalanan, tetapi awal dari langkah baru menuju kehidupan yang lebih luas,” ujarnya.

Ia juga memberikan pesan motivasi yang disambut antusias para siswa.

“Anak-anakku yang saya banggakan, lulus bukan akhir, ini baru level up. Setiap capaian bukan untuk berhenti, tetapi untuk naik menuju tangga kehidupan berikutnya,” tambahnya.

Dalam pesannya, ia turut mengingatkan pentingnya meluruskan niat dalam setiap langkah kehidupan dengan mengutip sebuah ungkapan penuh makna:

مَا كَانَ لِلَّهِ يَبْقَى، وَمَا كَانَ لِغَيْرِهِ يَفْنَى

“Apa yang dilakukan karena Allah akan tetap bernilai, dan yang bukan karena-Nya akan sirna.”

Menurutnya, nilai spiritual dan ketulusan menjadi fondasi penting bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.

Di lain pihak, Wakasek Kesiswaan Tutik Herawati juga menyampaikan rasa bangga terhadap para siswa yang telah menyelesaikan pendidikan dengan penuh perjuangan.

“Melihat anak-anak mampu sampai di titik kelulusan hari ini adalah kebahagiaan tersendiri bagi kami para guru. Kami menyaksikan bagaimana mereka bertumbuh, belajar menghadapi tantangan, dan berproses menjadi pribadi yang lebih dewasa,” tuturnya.

Ia berharap para lulusan tidak berhenti belajar dan terus menjaga nama baik almamater di mana pun berada.

“Kami berharap lulusan SMAS Plus Miftahul Ulum tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki akhlak, tanggung jawab, dan semangat untuk terus belajar. Jangan pernah merasa puas hanya karena sudah lulus SMA. Teruslah melangkah, gapai cita-cita setinggi mungkin, dan jadilah generasi yang membawa manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan agama,” lanjutnya.

Lepas kenang tahun ini bukan sekadar seremoni perpisahan, tetapi menjadi ruang refleksi atas perjuangan panjang para siswa selama menempuh pendidikan. Di tengah derasnya tantangan zaman, sekolah berharap para lulusan mampu menjadi generasi tangguh yang tetap memegang nilai moral, spiritual, dan semangat belajar sepanjang hayat.

Jumat, 08 Mei 2026

Ngopene Bhasa Ebhu menangka Tareka Ngajhum Bhangsa

Ngopene Bhasa Ebhu menangka Tareka Ngajhum Bhangsa

Amaliyah Hasanah saat menerima penghargaan


Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Alhamdulillahirabbil alamin wabihi nasta'inu ala umuriddunya waddin wassholatu wassalamu ala asyrofil anbiya'i wal mursalin sayyidina Muhammadin wa ala alihi wa shohbihi ajma'in. Amma ba'du.

Saleraepon se molja dewan juri...

Kaonjuga saleraepon para guru...

Para Rabu se same-same emolja'agi Allah.

Kabidhan ator, ngereng areng-sareng ngatorraghi okara pojhi sokkor alhamdulillah da’ ajunannepon Allah se amorbha jhaghat, amargha bhadhan kaula sareng para ajunan salgghi’ kapareng bherkat omor, se abhunggher cengngar bhinar pada sama Rambha.

Sholawat sareng salam samoga'a tettep eatoragi dha' ajunan se molja Nabi Muhammad SAW, se kaonang ate tennang, kaponjuk sadaja ummat tor se ampon andaddiyagi obur sareng kaca kebbang dha' kaula sadaja e dunyya kantos akherat.

Sakone' kaula maemot dha' ajunan sadaja ja' basa Madura ka'dhinto ampon on-laon elang dhari oca' re-sa’are, husussepon neng Kottha Songennep. Aponapa ma' ekoca'agi elang on-laon? Amarga ampon bannya' na'-kana' ngongodhadan se arassa todhus aguna'agi Bhasa Madura. Bannya' oreng seppo se ampon ngajari pottrana Bhasa Inggris, Bhasa Jerman tor laennepon, ta' sakone' potra-potre madura se epatoman abhasa Indonesia, la-mala ampon ekabidi dhari na'-kana' TK.

Para Rabu se same molja,

Ngopene bhasa Madhura dalem hal paneka bhasa ebhu, banne ghun pakakas dalem abhanta da’ pasera’a bisaos, bhasa ebhu paneka tamonena nyaba, gambarranna ate, serta wujud dari karakter settong bhangsa. Bada dalem oca’ parebhasan, “Bhasa notthuwaghi Bhangsa” searte epon manabi Bhasana sae, maka dhrajhaddha bhangsana jhughan tengghi. Manabi Bhasana elang, maka jathidhiri otaba identitas bhangsa kasebbhut jhughan bakal elang.

Para Rabu se same molja,

Tantangan meyara bhasa Madhura edalem jaman samangken sajan berra’, bannya' na'-kana' ngongodhadan se ampon ngarassa kerras otaba todhus aghuna’aghi Bhasa Madhura se sae. Mela darika’dinto da’pasera’a bisaos wajib ka angguy arabat bhasa ebhu tor bangaseppo se ampon para' tadha’a, katopowan sareng bhasa se dhari lowar, bhasa se kasambat gaul tor samacem mepon. Kadinapa carana arabat bhasa sopaja tettep kalonta? Ngereng kabidi baja samangken, areng-sareng gadhuwan neyat ikhlas kaangguy merte tor gumate dhalem malanggeng tor masekken bhasa Madura.

Para rabu se same parjuga.

Menorot pamanggi badan kaula enggi ka'dhinto badha tello' tareka se kodu epeyara tor epatombu nojju bagussa kabadha'an magarsare se bakal dhateng se akor sareng ngajum bhangsa matombu bhasa;

Se sapesan: nyara pabinareng, ngobbar gumate para moret sopaja ajar bhasa Madura se lerres. Same-same alampa'agi ondhagga basa se ampon akor sareng atoran. Se ebukteyagi kalaban abadhi kasaroju’an e sakola’an, contoepon program JAMU (Jhum’at Amadhura) seka’dimma guru sareng mored ewajibbaghi aguna’agi Bhasa Madhura e sabben are Jum’at.

Se kapeng dhuwa’ enggi ka’dhinto; molae dhari aba’ dibi’, guna’agi Bhasa Madura e compo’ bang-sebangnga, pabiyasa tor-mator kalaban Bhasa Madura, ka potra/potre, ka oreng seppo tor tatangga (magarsare). Kantos Bhasa Madura ka’dhinto kapereng terros e antarana bhasa-bhasa manca.

Se kapeng tello’; manfa’attaghi Media Sosial khusus na'-kana' ngongodhadan kangguy ngenallaghi kabhaghusanna Bhasa Madhura tor kabhudhajhan saengghana kalonta dha’ naghara manca.


Para rabu se same parjuga.

Manabi bhadankaule sareng ajunan meyara bhasa ebhu, engghika’dinto ampon ajagha tangka ban budhajha Madhura, Manabi budhajana kowat, maka nagara paneka bhakal kowat. Bhangsa se molja paneka bhangsa se malepen ka asal-osolla, se ta’ loppa da’ Bhasa lesanna ebhuna dhibi’. Tor pangarep e bingkeng are Bhhasa Madhura bakal tettep daddi basa Ebhu se ta’ bhakal elang sampe’ aher jaman. Paleng bunten song-osong lambung, areng-sareng nyo’on Lella, petodu, kakowadan tor kalodhangan dhari Allah se Maha Pangaraksa kantos basa Madura daddi basa sekalonta.

Para rabu se same parjuga. 

Saka'dhinto tor-ator dhari badan kaula. Sakone', namong moga abakta'a barokah tor kasaeyan dha' kaula sadaja, manabi badha aeng seramma Lorong, panabussa teppal pamator jugan korang sonduk dha' panggaliyan para pangrabu abdina nyo'ona pangapora.

Du ma' ellang-ellang bhiru

Tada' ellang maradhara

Du ma' palang-palang gellu

Mon pas elang bhasa Madura

Wassalamualaikum wr.wb


* Teks pidato Amaliyah Hasanah yang mengantarkannya memenangi lomba pidato bahasa Madura tingkat Kabupaten Sumenep

Senin, 04 Mei 2026

SISWI SMAS PLUS MIFTAHUL ULUM RAIH JUARA 1 LOMBA PIDATO BAHASA MADURA TINGKAT KABUPATEN SUMENEP

SISWI SMAS PLUS MIFTAHUL ULUM RAIH JUARA 1 LOMBA PIDATO BAHASA MADURA TINGKAT KABUPATEN SUMENEP

Sumenep – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh peserta didik SMAS Plus Miftahul Ulum. Amaliyah Hasanah, siswi kelas X-E, berhasil meraih Juara 1 dalam Lomba Berpidato Bahasa Madura tingkat SMA, SMK, dan PK-PLK Negeri/Swasta se-Kabupaten Sumenep.

Ajang bergengsi yang diselenggarakan oleh Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Sumenep ini berlangsung pada tanggal 18 April hingga 1 Mei 2026. Kompetisi tersebut diikuti oleh berbagai sekolah terbaik, sehingga keberhasilan ini menjadi pencapaian yang sangat membanggakan.

Keberhasilan Amaliyah Hasanah tidak terlepas dari kerja keras, latihan yang konsisten, serta dukungan dari guru pembimbing dan pihak sekolah. Kemampuan berbahasa daerah yang baik serta penguasaan materi pidato menjadi kunci utama dalam meraih prestasi tersebut.

Kepala SMAS Plus Miftahul Ulum, Rumzil Azizah, M.Pd. turut memberikan apresiasi atas capaian gemilang ini. Dalam keterangannya beliau menyampaikan, “Kami dengan tulus menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas capaian tersebut. Keberhasilan Lia dinilai tidak hanya mengharumkan nama sekolah, tetapi juga menjadi kontribusi nyata dalam melestarikan bahasa daerah sebagai bagian dari identitas budaya.

Selanjutnya kami berharap prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi seluruh peserta didik yang lainnya untuk terus berusaha, berprestasi, serta menanamkan niat yang baik dalam setiap aktivitas, sehingga setiap langkah yang dilakukan bernilai ibadah dan membawa keberkahan.”

Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi siswa-siswi lainnya untuk terus mengembangkan potensi diri, khususnya dalam bidang kebahasaan dan pelestarian budaya lokal. SMAS Plus Miftahul Ulum berkomitmen untuk terus mendukung peserta didik dalam meraih prestasi di berbagai bidang.

Minggu, 19 April 2026

Prestasi Membanggakan, Karya Inovasi Guru SMAS Plus Miftahul Ulum Masuk 50 Besar EJIES 2026

Prestasi Membanggakan, Karya Inovasi Guru SMAS Plus Miftahul Ulum Masuk 50 Besar EJIES 2026

Sumenep, 19 April 2026. SMAS Plus Miftahul Ulum kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah pendidikan Jawa Timur. Salah satu guru terbaiknya, Aisyah Fiyanti, S.Pd., berhasil masuk dalam 50 Besar Karya Inovasi Terbaik EJIES 2026 melalui karya inovatif bertajuk “Pemanfaatan Canva Code AI dalam Pembuatan Kalkulator Kimia pada Materi Konsep Mol.”

Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa inovasi dalam dunia pendidikan terus berkembang, seiring dengan pemanfaatan teknologi digital yang kreatif dan relevan dengan kebutuhan pembelajaran masa kini. Karya yang diusung Aisyah tidak hanya menawarkan solusi praktis dalam pembelajaran kimia, tetapi juga menjadi contoh bagaimana guru dapat mengintegrasikan teknologi berbasis kecerdasan buatan untuk meningkatkan pemahaman siswa.

Dalam keterangannya, Aisyah Fiyanti mengungkapkan rasa haru dan syukurnya atas pencapaian tersebut.

"Saya merasa sangat terharu dan bersyukur, berada di titik ini merupakan buah dari dukungan banyak pihak. Hal ini juga pengingat bagi saya untuk tetap rendah hati dan terus belajar. Mohon doa restunya agar saya dapat menjalani proses ke tahap selanjutnya dengan hasil yang maksimal," tuturnya.

Sementara itu, Kepala SMAS Plus Miftahul Ulum, Rumzil Azizah, M.Pd., memberikan apresiasi tinggi atas prestasi yang diraih.

"Alhamdulillah, capaian Ibu Aisyah Fiyanti, S.Pd masuk 50 Besar Karya Inovasi Terbaik EJIES Jawa Timur 2026 menjadi penanda awal keberhasilan guru SMAS Plus Miftahul Ulum di ajang EJIES. Ini bukan sekadar prestasi individu, tetapi langkah pembuka, pijakan pertama, dan energi penggerak bagi lahirnya inovasi-inovasi guru berikutnya," ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan ini menunjukkan kesiapan guru SMAS Plus Miftahul Ulum untuk bersaing dan berprestasi di tingkat yang lebih luas.

"Dari sini kita belajar bahwa dengan semangat tumbuh, bergerak, dan berdampak, guru mampu menghadirkan karya yang diperhitungkan. Bahwa guru SMAS Plus Miftahul Ulum siap berkarya dan berprestasi di ruang yang lebih luas. Semoga ini menjadi awal dari banyak capaian berikutnya. Aamiin Allahumma Aamiin," pungkasnya.

Prestasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh civitas akademika untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam memajukan dunia pendidikan, khususnya dalam menghadapi tantangan era digital. SMAS Plus Miftahul Ulum pun semakin meneguhkan komitmennya sebagai lembaga pendidikan yang adaptif, kreatif, dan berorientasi pada masa depan.

Minggu, 08 Februari 2026

Hadiri Wisuda VII STAI Miftahul Ulum, Kepala SMAS Plus Miftahul Ulum Ucapkan Selamat

Hadiri Wisuda VII STAI Miftahul Ulum, Kepala SMAS Plus Miftahul Ulum Ucapkan Selamat

 

(Sumber : Dok. Pribadi) 

Sumenep — Kepala SMAS Plus Miftahul Ulum, Rumzil Azizah, M.Pd., menghadiri undangan Wisuda ke-VII STAI Miftahul Ulum Pandian Sumenep (Sabtu, 07/02/2026) yang berlangsung khidmat dan penuh makna. Kehadiran tersebut menjadi wujud dukungan sekaligus penguatan hubungan kelembagaan antara SMAS Plus Miftahul Ulum dan STAI Miftahul Ulum yang berada dalam satu naungan yayasan.

Acara wisuda ini diikuti oleh para wisudawan dan wisudawati dari berbagai program studi yang telah menyelesaikan pendidikan tinggi mereka. Suasana haru dan kebanggaan tampak mewarnai prosesi wisuda yang menjadi momentum penting bagi para lulusan dalam menapaki jenjang kehidupan selanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rumzil Azizah, M.Pd. menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati atas capaian akademik yang telah diraih. Ia berharap para lulusan STAI Miftahul Ulum mampu mengamalkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan, serta menjadi insan yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Wisuda bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari pengabdian nyata di tengah masyarakat. Semoga para lulusan mampu membawa nilai-nilai keilmuan dan keislaman dalam setiap peran yang dijalani,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa SMAS Plus Miftahul Ulum sebagai lembaga pendidikan menengah yang berada satu yayasan dengan STAI Miftahul Ulum Pandian Sumenep akan terus membangun dan memperkuat sinergi, khususnya dalam bidang pendidikan, pengembangan karakter, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Menurutnya, sinergi antarlembaga pendidikan dalam satu yayasan merupakan modal penting untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang berkelanjutan dan terintegrasi, mulai dari jenjang menengah hingga perguruan tinggi.

Dengan terselenggaranya Wisuda ke-VII ini, STAI Miftahul Ulum Pandian Sumenep diharapkan semakin berkontribusi dalam mencetak generasi intelektual yang religius, profesional, dan siap menjawab tantangan zaman.

PENGELOLA SMAS PLUS MU

Rumzil Azizah, M.Pd

(Kepala)

Nilta Najmur R., M.Pd

(W. Kurikulum)

Tutik Herawti, S.Pd

(W. Kesiswaan)

Hisbullah Huda, SH.I

(W. Sarpas)

Moh. Hariyanto

(W. Humas)

Sofiyatul Husna

(Bendahara)

Hairul Jamal

(K. TU)

MOH. NUR

(OPS)

Maps Dan Kontak

Jika ada yang ingin ditanyakan silahkan kirim E-Mail, WA dan bisa berkunjung ke alamat dibawah ini

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Featured