Tahun Baru Islam

Rumzil Azizah, M.Pd

"Tetap didik dan doakan anak kita menjadi manusia yang terbaik, karena kita bukan hakim yang harus memutuskan masa depan."

Moh. Nur, S.Kom

“Teruslah belajar dan siapkan masa depan dengan proses yang menyenangkan, bersabar dan ulet untuk menyelesaikan persoalan”

Ema Yuliatin, S.Pd

“Belajar akan lebih mudah meraih masa depan, ingat wajah orantuamu, maka kamu akan semangat kembali ”

SAMBUTAN KEPALA

Assalamu’alaikum warahmatullahiwabarakatuh.


Puji syukur kepada Alloh SWT, Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan Rahmat dan Anugerah-Nya kepada kita semua. Sebagai salah satu sekolah penggerak yang ada di Kab. Sumenep dimana informasi sangat dibutuhkan untuk menjawa dan meyampaikan perkembangan sekolah kami. Besar harapan kami, sarana ini dapat memberi manfaat bagi semua pihak yang ada dilingkup pendidikan dan pemerhati pendidikan secara khusus bagi SMA PLUS MIFTAHUL ULUM. Sekolah kami berada didalam Pondok Pesatren Al-Uysmini dimana AHLAQ menjadi yang paling utama bagi seluruh keluarga besar SMA PLUS MIFTAHUL ULUM. Terima kasih atas kunjungannya di website kami maju terus untuk mencapai SMA PLUS MIFTAHUL ULUM yang lebih baik lagi. Wallahul muwafiq ila aqwamith thariq Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Informasi TERBARU

Kami sajikan informasi terupdate disini khusunya pekembangan SMAS PLUS MU SUMENEP

polio

MENGENAL LEBIH JAUH

SMA Plus Miftahul Ulum bediri sejak 2016 atas pemikiran Drs. K.H. Abdullah Cholil M.Hum dimana beliau resah terhadap santri yang menetap dipesantren dan masih sekolah umum diluar pesantren, sebab diluar berbeda dalam pergaulan, tidak seperti pesantren. Jika santri sekolah didalam maka bagi pengasuh lebih mudah dalam mengontrol santri sebagaimana yang diamanahkan oleh wali santri.


SMA ini tentu harus berbeda dengan SMA lain sehingga pengasuh memberi nama Plus Miftahul Ulum, Plus disini lebih dikhususkan kepada pendalaman ilmu agama, dan tidak menutup kemungkinan plus plus yang lain. sejak awal berdiri sampai sekarang SMA Plus Miftahul Ulum mendapat sambutan baik dari masyarakat hal ini dapat dilihat dari kwantitas siswa/i dan kwalitas dalam kegitan belajar mengajar oleh pendidik yang berdidikasi tinggi,


Kapan Berdiri
Baca sejarah SMA Plus
1
...
Kurikulum Sekolah
....
1
...
Fasilitas yang disediakan
...
1
...
Kemudahan dalam belajar
...
1
...
Apa saja kretivitas yang telah dihasilkan
...
1
...

Informasi UMUM

Kami akan suguhkan informasi seputra pendidikan

Senin, 03 Agustus 2026

Prestasi dan Integritas Jadi Sorotan Upacara Perdana Agustus di SMAS Plus Miftahul Ulum

Prestasi dan Integritas Jadi Sorotan Upacara Perdana Agustus di SMAS Plus Miftahul Ulum

 


SUMENEP – Suasana khidmat menyelimuti lapangan SMAS Plus Miftahul Ulum Sumenep saat seluruh warga sekolah mengikuti upacara bendera yang digelar pada Senin (3/8/2026). Upacara rutin awal pekan tersebut menjadi momentum untuk menanamkan nilai disiplin, integritas, sekaligus memberikan penghargaan kepada siswa berprestasi.

Bertindak sebagai pembina upacara, Bapak Nilta Najmur Rahman, M.Pd., menyampaikan amanat yang menitikberatkan pada pentingnya budaya berprestasi, kedisiplinan, dan integritas sebagai karakter utama yang harus dimiliki setiap peserta didik.

Pada awal amanatnya, Nilta Najmur Rahman menyampaikan apresiasi kepada dua siswa SMAS Plus Miftahul Ulum yang baru saja mengharumkan nama sekolah dalam Kejuaraan Cabang (Kejurcab) V Pagar Nusa Kabupaten Sumenep Tahun 2026, yakni Saifullah Nailurridha yang berhasil meraih Juara I Pencak Silat Kategori Dewasa Kelas E serta Kadek Ahmad Fauzi Nejad yang sukses meraih Juara III Pencak Silat Kategori Remaja Kelas I.

"Selamat kepada Ananda Saifullah Nailurridha dan Kadek Ahmad Fauzi Nejad atas prestasi yang telah diraih. Harapan kami, prestasi ini tidak berhenti pada diri kalian saja, tetapi mampu menjadi teladan sekaligus pemicu lahirnya prestasi-prestasi baru dari siswa SMAS Plus Miftahul Ulum," ungkapnya di hadapan seluruh peserta upacara.

Ia menegaskan bahwa setiap siswa memiliki kesempatan yang sama untuk mengukir prestasi sesuai bidang yang diminati. Menurutnya, keberhasilan tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses latihan yang konsisten, kerja keras, doa, dan semangat pantang menyerah.

Selain memberikan apresiasi terhadap capaian siswa, Nilta juga mengingatkan pentingnya membangun budaya disiplin di lingkungan sekolah. Ia mengajak seluruh peserta didik untuk membiasakan hadir tepat waktu, menaati tata tertib sekolah, serta bertanggung jawab terhadap setiap tugas dan kewajiban sebagai pelajar.

"Kedisiplinan adalah kebiasaan kecil yang akan membentuk karakter besar. Sekolah yang hebat lahir dari warga sekolah yang disiplin," pesannya.

Dalam amanatnya, Nilta juga menekankan pentingnya integritas sebagai fondasi utama dalam kehidupan. Menurutnya, integritas adalah bentuk kepercayaan yang dibangun melalui keselarasan antara ucapan dan tindakan.

"Integritas berarti apa yang kita katakan harus sesuai dengan apa yang kita lakukan. Kepercayaan tidak dibangun dalam sehari, tetapi tumbuh dari sikap jujur, tanggung jawab, dan konsisten dalam setiap tindakan," tuturnya.

Ia berharap nilai-nilai tersebut dapat diterapkan oleh seluruh siswa, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat sehingga mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat.

Sebagai bentuk penghargaan atas prestasi yang telah diraih, di penghujung upacara Kepala SMAS Plus Miftahul Ulum, Neng Rumzil Azizah, M.Pd., secara langsung menyerahkan apresiasi kepada Saifullah Nailurridha dan Kadek Ahmad Fauzi Nejad di hadapan seluruh peserta upacara. Penyerahan penghargaan tersebut disambut tepuk tangan meriah dari guru dan siswa sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan kerja keras kedua atlet.

Pemberian apresiasi itu sekaligus menjadi wujud komitmen SMAS Plus Miftahul Ulum dalam membangun budaya penghargaan terhadap setiap prestasi yang diraih peserta didik. Sekolah berharap semakin banyak siswa yang termotivasi untuk mengembangkan potensi diri, baik di bidang akademik maupun nonakademik.

Melalui upacara bendera yang sarat makna tersebut, SMAS Plus Miftahul Ulum kembali menegaskan komitmennya dalam membentuk generasi yang berprestasi, disiplin, dan berintegritas sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.

Dua Pesilat SMAS Plus Miftahul Ulum Harumkan Nama Sekolah di Kejurcab V Pagar Nusa Sumenep 2026

Dua Pesilat SMAS Plus Miftahul Ulum Harumkan Nama Sekolah di Kejurcab V Pagar Nusa Sumenep 2026

 


SUMENEP – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa SMAS Plus Miftahul Ulum Sumenep dalam ajang Kejuaraan Cabang (Kejurcab) V Pagar Nusa Kabupaten Sumenep Tahun 2026. Dua atlet terbaik sekolah berhasil naik podium setelah menunjukkan kemampuan dan semangat juang yang tinggi pada kejuaraan tersebut.

Prestasi pertama diraih oleh Saifullah Nailurridha yang sukses menyabet Juara I Pencak Silat Kategori Dewasa Kelas E. Sementara itu, Kadek Ahmad Fauzi Nejad berhasil meraih Juara III Pencak Silat Kategori Remaja Kelas I. Keberhasilan keduanya menjadi bukti bahwa pembinaan karakter, disiplin, dan prestasi di lingkungan SMAS Plus Miftahul Ulum berjalan seiring dengan pengembangan potensi peserta didik di bidang olahraga.

Kejurcab V Pagar Nusa merupakan ajang kompetisi yang mempertemukan pesilat-pesilat terbaik dari berbagai rayon dan perguruan di Kabupaten Sumenep. Selain menjadi wadah mengukur kemampuan atlet, kejuaraan ini juga menjadi bagian dari pembinaan serta pencarian bibit-bibit pesilat yang diproyeksikan mampu berprestasi pada level yang lebih tinggi.

Kepala SMAS Plus Miftahul Ulum menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih kedua siswa tersebut. Menurutnya, prestasi ini merupakan hasil dari kerja keras para atlet, pelatih, dukungan orang tua, serta pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan.

"Prestasi ini menjadi kebanggaan besar bagi keluarga SMAS Plus Miftahul Ulum. Semoga menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk terus berprestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Kami berharap ananda Saifullah Nailurridha dan Kadek Ahmad Fauzi Nejad terus mengembangkan kemampuannya hingga mampu mengharumkan nama sekolah di tingkat yang lebih tinggi," ujarnya.

Keberhasilan kedua pesilat tersebut disambut antusias oleh keluarga besar sekolah. Prestasi yang diraih tidak hanya menambah deretan pencapaian SMAS Plus Miftahul Ulum, tetapi juga menjadi inspirasi bagi peserta didik lainnya untuk terus berlatih, menjunjung tinggi sportivitas, serta pantang menyerah dalam meraih cita-cita.

Dengan torehan prestasi pada Kejurcab V Pagar Nusa Kabupaten Sumenep Tahun 2026, SMAS Plus Miftahul Ulum kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi yang unggul, berkarakter, berprestasi, dan mampu bersaing di berbagai bidang.

Jumat, 24 Juli 2026

Sinergi Sekolah dan Orang Tua, SMAS Plus Miftahul Ulum Gelar Parenting Education

Sinergi Sekolah dan Orang Tua, SMAS Plus Miftahul Ulum Gelar Parenting Education

 


SUMENEP – SMAS Plus Miftahul Ulum Sumenep terus memperkuat kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam membentuk karakter peserta didik. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Tata Tertib dan Parenting Education bagi wali murid kelas X yang digelar pada Jumat (24/7/2026) di Aula Pondok Pesantren Al Usymuni.

Kegiatan yang diikuti seluruh wali murid baru itu menjadi forum untuk menyamakan persepsi antara sekolah dan orang tua dalam mendampingi peserta didik selama menempuh pendidikan di SMAS Plus Miftahul Ulum. Selain sosialisasi tata tertib sekolah, peserta juga mendapatkan materi parenting yang disampaikan oleh Psikolog Muda Sumenep, Neng Hielma Hasanah, M.Psi., Psikolog.

Dalam pemaparannya, perempuan yang akrab disapa Neng Hielma tersebut menegaskan bahwa masa SMA merupakan fase yang sangat menentukan perjalanan hidup seorang anak. Menurutnya, rentang usia 14–21 tahun bukan sekadar masa remaja, melainkan masa emas kehidupan yang tidak akan terulang.

"Pada usia tersebut Allah menghimpunkan tiga potensi besar dalam diri seorang pemuda, yakni akal yang berkembang pesat, semangat yang sedang menyala, dan fisik yang sedang kuat. Ketiganya harus diarahkan dengan benar agar menjadi bekal meraih masa depan," ujarnya.

Beliau menjelaskan, masa remaja merupakan periode ketika ilmu paling mudah diserap, cita-cita sedang tinggi, serta karakter sedang dibentuk. Karena itu, peran keluarga dan sekolah tidak cukup hanya memberikan pengajaran, tetapi juga mengarahkan tumbuh kembang anak.

Menurut Neng Hielma, akal perlu diarahkan dengan ilmu, semangat dibimbing melalui adab dan amal saleh, sedangkan kekuatan fisik harus dimanfaatkan untuk memperkuat iman dan pengabdian kepada masyarakat.

Sementara itu, Kepala SMAS Plus Miftahul Ulum Sumenep, Neng Rumzil Azizah, M.Pd., mengajak seluruh orang tua untuk memanfaatkan masa muda anak sebagai investasi terbaik bagi masa depannya. Dalam sambutannya, ia mengutip hadis Rasulullah SAW:

"Manfaatkanlah masa mudamu sebelum datang masa tuamu." (HR. Al-Hakim).

Menurutnya, hadis tersebut menjadi pengingat bahwa kesempatan belajar dan membangun karakter pada masa muda tidak akan datang untuk kedua kalinya. Oleh sebab itu, orang tua diharapkan mampu menghadirkan lingkungan yang mendukung tumbuhnya semangat belajar, kedisiplinan, serta akhlak mulia.

"Keberhasilan pendidikan anak tidak mungkin hanya dibebankan kepada sekolah. Dibutuhkan sinergi yang kuat antara orang tua dan guru agar anak mendapatkan pendampingan yang selaras, baik di rumah maupun di sekolah," tegasnya.

Melalui kegiatan ini, SMAS Plus Miftahul Ulum berharap terbangun komunikasi yang lebih erat dengan para wali murid sehingga proses pendidikan dapat berjalan secara optimal. Dengan kolaborasi yang kuat, sekolah optimistis mampu mencetak generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan, berkarakter, berakhlak mulia, serta siap memberikan manfaat bagi masyarakat.

Rabu, 15 Juli 2026

Bentengi Pelajar dari Ancaman Narkoba, BNN Isi Materi Hari Ketiga MPLS SMAS Plus Miftahul Ulum

Bentengi Pelajar dari Ancaman Narkoba, BNN Isi Materi Hari Ketiga MPLS SMAS Plus Miftahul Ulum

 


SUMENEP – Upaya membentengi peserta didik dari ancaman penyalahgunaan narkoba dilakukan sejak dini oleh SMAS Plus Miftahul Ulum. Pada hari ketiga Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Rabu (15/7), panitia menghadirkan Badan Narkotika Nasional (BNN) sebagai pemateri khusus tentang bahaya narkoba.

Seluruh peserta didik baru mengikuti kegiatan yang digelar di aula sekolah dengan antusias. Selama lebih dari satu jam, mereka mendapatkan pembekalan mengenai jenis-jenis narkotika, dampak penyalahgunaan bagi kesehatan dan masa depan, hingga berbagai modus peredaran narkoba yang kini semakin menyasar kalangan remaja.

Tidak hanya itu, para siswa juga diajak memahami pentingnya keberanian menolak ajakan menggunakan narkoba serta membangun lingkungan pergaulan yang sehat. Suasana berlangsung interaktif. Sejumlah peserta aktif mengajukan pertanyaan seputar cara mengenali dan menghindari penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitar.

Ketua Panitia MPLS, Iriyanti, S.Pd., mengatakan, pembekalan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar sekolah membentuk karakter peserta didik sejak hari pertama menginjakkan kaki di bangku SMA.

"Kami ingin anak-anak memahami bahwa prestasi dan masa depan hanya bisa diraih jika mereka mampu menjaga diri dari pengaruh negatif, terutama narkoba. Karena itu, kami menghadirkan BNN agar peserta memperoleh informasi yang benar langsung dari ahlinya," ujarnya.

Menurut dia, sekolah memiliki tanggung jawab tidak hanya mencetak peserta didik yang unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam karakter dan memiliki kesadaran untuk hidup sehat.

"Harapan kami, seluruh peserta didik baru menjadi generasi yang berani mengatakan tidak terhadap narkoba dan mampu menjadi teladan di lingkungan keluarga maupun masyarakat," tambahnya.

Salah seorang peserta didik baru, Ahmad Homaedi, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru dari materi yang disampaikan. Selama ini dirinya hanya mengetahui narkoba secara umum.

"Ternyata jenis narkoba sangat banyak dan dampaknya sangat mengerikan. Kegiatan ini membuat saya semakin sadar pentingnya menjaga pergaulan dan tidak mudah terpengaruh ajakan teman," ungkapnya.

Hal senada disampaikan Dewi Kholifatur Rodiyah. Menurutnya, penyampaian materi dari BNN mudah dipahami karena disertai contoh kasus yang dekat dengan kehidupan remaja.

"Saya jadi lebih paham bagaimana cara menghindari narkoba dan pentingnya memilih teman yang baik. Materi ini sangat bermanfaat karena bisa menjadi bekal bagi kami untuk menjaga diri," katanya.

Melalui pembekalan tersebut, SMAS Plus Miftahul Ulum menegaskan komitmennya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba. Edukasi sejak dini diharapkan menjadi bekal bagi peserta didik untuk menatap masa depan sekaligus menjadi agen pencegahan narkoba di tengah masyarakat.

Senin, 13 Juli 2026

MPLS 2026 SMAS Plus Miftahul Ulum Resmi Dibuka, Gerbang Awal Menyiapkan Generasi Cemerlang Menuju Indonesia Emas

MPLS 2026 SMAS Plus Miftahul Ulum Resmi Dibuka, Gerbang Awal Menyiapkan Generasi Cemerlang Menuju Indonesia Emas

Prosesi upacara pembukaan MPLS

SUMENEP – Ratusan peserta didik baru SMP Plus dan SMAS Plus Miftahul Ulum mengikuti pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2026–2027, Senin (13/7). Kegiatan yang dipusatkan di lapangan sekolah itu menjadi penanda dimulainya perjalanan akademik siswa baru selama tiga tahun ke depan.

Pembukaan MPLS dilaksanakan melalui upacara yang berlangsung khidmat. Bertindak sebagai pembina upacara, KH. Hisbullah Huda, S.H.I. mengajak seluruh murid menjadikan MPLS sebagai momentum untuk membangun semangat belajar sejak hari pertama.

Dalam amanatnya, ia menegaskan bahwa MPLS bukan sekadar agenda tahunan penyambutan murid baru, tetapi merupakan gerbang memasuki dunia ilmu pengetahuan dan pembentukan karakter.

"MPLS merupakan gerbang ilmu selama tiga tahun ke depan. Ini adalah program tahunan untuk menyambut kehadiran murid baru," ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan seseorang tidak ditentukan oleh kecerdasan semata, melainkan oleh kemampuan menjaga konsistensi dalam belajar. Karena itu, ia mengingatkan seluruh murid agar menanamkan sikap istiqamah sejak awal menempuh pendidikan.

"Kesuksesan merupakan suatu istiqamah dalam mencari ilmu. Kesuksesan itu berasal dari dan untuk diri kita sendiri," tegasnya.

Di akhir amanatnya, KH. Hisbullah Huda menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh murid baru.

"Selamat datang murid baru, murid cemerlang menuju Indonesia Emas," katanya.

Usai upacara, pembukaan MPLS ditandai dengan pelepasan balon ke udara. Momen tersebut disambut antusias oleh para peserta sebagai simbol dimulainya rangkaian MPLS Tahun Pelajaran 2026–2027.

Sementara itu, Kepala SMAS Plus Miftahul Ulum, Nyai H. Rumzil Azizah, M.Pd., mengatakan bahwa MPLS merupakan fase penting untuk membantu murid beradaptasi dengan lingkungan sekolah sekaligus membangun rasa percaya diri.

"MPLS bukan sekadar pengenalan aturan dan ruang kelas. Ini adalah jembatan emas untuk memulai babak baru, menemukan saudara sejiwa, dan berani melangkah bertumbuh," ungkapnya saat ditemui tim redaksi.

Ia menegaskan bahwa sekolah tidak menuntut murid menjadi sempurna sejak hari pertama. Yang lebih penting adalah keberanian untuk belajar, mencoba, serta tumbuh bersama dalam lingkungan yang positif.

"Kami tidak menuntut kalian langsung sempurna. Cukup berani mencoba, belajar dengan hati, dan berjalan bersama dalam kebaikan," tuturnya.

Kepala Sekolah yang akrab disapa Neng Sisil tersebut berharap semangat yang dibangun sejak pelaksanaan MPLS mampu menjadi bekal bagi para murid selama menempuh pendidikan di SMAS Plus Miftahul Ulum.

"Semangat yang kalian tanam hari ini akan menjadi kekuatan perjalanan kalian selama tiga tahun ke depan. Selamat berproses, calon pemimpin masa depan. Selamat menjadi bagian keluarga besar SMAS Plus Miftahul Ulum," pungkasnya.

Selama beberapa hari ke depan, peserta didik baru akan mengikuti berbagai agenda MPLS yang dirancang untuk mengenalkan budaya sekolah, membangun karakter, menumbuhkan kedisiplinan, serta memperkuat semangat belajar sebagai bekal meraih prestasi di masa depan.

Kamis, 28 Mei 2026

Iduladha dan Semangat Belajar: Meneladani Keikhlasan untuk Meraih Masa Depan

Iduladha dan Semangat Belajar: Meneladani Keikhlasan untuk Meraih Masa Depan

 


Hari Raya Iduladha bukan sekadar perayaan penyembelihan hewan kurban. Lebih dari itu, Iduladha merupakan momentum spiritual yang sarat dengan pelajaran kehidupan, terutama tentang keikhlasan, pengorbanan, ketaatan, dan perjuangan dalam meraih cita-cita. Nilai-nilai tersebut sangat relevan dengan dunia pendidikan, khususnya dalam membangun semangat belajar generasi muda di era modern saat ini.

Kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS menjadi teladan agung tentang kepatuhan kepada Allah SWT. Nabi Ibrahim rela mengorbankan sesuatu yang paling dicintainya demi menjalankan perintah Allah. Sementara Nabi Ismail menunjukkan keteguhan hati dan ketaatan luar biasa meskipun harus menghadapi ujian yang berat. Dari kisah tersebut, kita belajar bahwa keberhasilan tidak akan diraih tanpa perjuangan dan pengorbanan.

Dalam konteks pendidikan, semangat berkurban dapat dimaknai sebagai kesediaan siswa untuk mengorbankan rasa malas, menunda kesenangan sesaat, serta meninggalkan kebiasaan yang tidak produktif demi masa depan yang lebih baik. Belajar membutuhkan kesabaran, kedisiplinan, dan ketekunan. Tidak ada keberhasilan yang datang secara instan. Setiap prestasi lahir dari proses panjang yang penuh perjuangan.

Saat ini, tantangan belajar semakin kompleks. Kemajuan teknologi memang memberikan kemudahan akses informasi, tetapi di sisi lain juga menghadirkan banyak distraksi. Media sosial, permainan daring, dan budaya instan sering kali membuat semangat belajar siswa menurun. Oleh karena itu, momentum Iduladha harus menjadi refleksi bersama bahwa pengendalian diri merupakan bagian penting dalam mencapai kesuksesan.

Iduladha juga mengajarkan pentingnya berbagi dan peduli terhadap sesama. Dalam dunia pendidikan, semangat berbagi dapat diwujudkan melalui sikap saling membantu antarteman, menghargai guru, dan menciptakan lingkungan belajar yang positif. Siswa yang cerdas bukan hanya mereka yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan akhlak yang baik.

Sebagai pelajar di SMAS Plus Miftahul Ulum, semangat belajar harus terus dipupuk dengan niat yang tulus. Belajar bukan semata-mata untuk mendapatkan nilai tinggi, tetapi juga sebagai bentuk ibadah dan usaha mempersiapkan diri menjadi generasi yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat. Pendidikan yang dilandasi keikhlasan akan melahirkan pribadi yang tangguh dan berkarakter.

Guru dan orang tua juga memiliki peran besar dalam menanamkan nilai-nilai Iduladha kepada siswa. Pendidikan tidak cukup hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga harus membangun karakter dan spiritualitas. Keteladanan dari guru serta dukungan keluarga akan menjadi energi positif bagi siswa untuk terus semangat belajar dan tidak mudah menyerah menghadapi kesulitan.

Momentum Iduladha hendaknya menjadi pengingat bahwa setiap cita-cita membutuhkan pengorbanan. Jika Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail mampu menunjukkan ketaatan luar biasa kepada Allah SWT, maka para pelajar juga harus mampu menunjukkan perjuangan dalam menuntut ilmu. Kurban sejati bagi seorang pelajar adalah melawan kemalasan, disiplin dalam belajar, dan terus berusaha memperbaiki diri.

Akhirnya, mari menjadikan Hari Raya Iduladha sebagai sumber inspirasi untuk meningkatkan semangat belajar. Dengan keikhlasan, kerja keras, dan doa, setiap siswa mampu meraih impian serta menjadi generasi unggul yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing tinggi. Semoga semangat pengorbanan dalam Iduladha mampu menyalakan semangat belajar yang tidak pernah padam dalam diri setiap pelajar.

PENGELOLA SMAS PLUS MU

Rumzil Azizah, M.Pd

(Kepala)

Nilta Najmur R., M.Pd

(W. Kurikulum)

Tutik Herawti, S.Pd

(W. Kesiswaan)

Hisbullah Huda, SH.I

(W. Sarpas)

Moh. Hariyanto

(W. Humas)

Sofiyatul Husna

(Bendahara)

Hairul Jamal

(K. TU)

MOH. NUR

(OPS)

Maps Dan Kontak

Jika ada yang ingin ditanyakan silahkan kirim E-Mail, WA dan bisa berkunjung ke alamat dibawah ini

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Featured