Upacara SMAS Plus Miftahul Ulum: Kaizen dan Istiqamah, Jalan Menjadi Lebih Baik
![]() |
| Dokumentasi Upacara |
Sumenep – Menjadi hebat tidak selalu dimulai dari langkah besar. Kadang, perubahan justru lahir dari kebiasaan kecil yang dilakukan terus-menerus. Pesan itulah yang disampaikan Moh. Lutfi, M.Pd., saat menjadi pembina upacara bendera di SMAS Plus Miftahul Ulum, Senin (7/9/2026).
Di hadapan seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan, Moh. Lutfi mengajak peserta upacara belajar tentang kaizen melalui salah satu anime populer, Naruto. Menurutnya, perjalanan Naruto Uzumaki menjadi ninja hebat bukanlah proses instan. Ia tumbuh melalui latihan, kegagalan, evaluasi, dan kemauan untuk terus memperbaiki diri.
"Naruto mengajarkan kita bahwa menjadi hebat bukan tentang siapa yang paling cepat, tetapi siapa yang mau terus berproses dan memperbaiki diri," pesannya.
Konsep kaizen, yang secara sederhana berarti perbaikan secara terus-menerus, kemudian dikaitkan dengan nilai keislaman istiqomah. Moh. Lutfi menekankan bahwa dalam kehidupan seorang muslim, konsistensi dalam melakukan kebaikan memiliki nilai yang jauh lebih penting daripada semangat besar yang hanya muncul sesekali.
Ia mengibaratkan seorang siswa yang ingin mendapatkan prestasi. Keberhasilan tidak cukup hanya dengan belajar keras sehari sebelum ujian. Sebaliknya, siswa perlu membangun kebiasaan belajar sedikit demi sedikit, memperbaiki kesalahan, dan mempertahankan kebiasaan baik tersebut secara konsisten.
"Kaizen mengajarkan continuous improvement, sedangkan Islam mengajarkan istiqomah. Keduanya bertemu pada satu pesan: jangan berhenti menjadi lebih baik," ujarnya.
Menurutnya, kegagalan bukan alasan untuk berhenti. Kesalahan justru dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki langkah berikutnya. Prinsip tersebut juga tercermin dalam perjalanan Naruto yang berkali-kali menghadapi kegagalan, tetapi terus berlatih hingga mampu berkembang menjadi sosok yang lebih kuat.
Pesan itu kemudian diarahkan kepada kehidupan siswa di lingkungan sekolah. Perubahan tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Datang tepat waktu, menjaga kebersihan, melengkapi alat belajar, menghormati guru, disiplin mengerjakan tugas, membaca buku, serta menjaga ibadah merupakan contoh sederhana yang dapat dilakukan setiap hari.
"Jangan menunggu menjadi sempurna untuk memulai kebaikan. Mulailah dari satu hal kecil hari ini, kemudian ulangi besok, lusa, dan seterusnya. Itulah kaizen yang bertemu dengan istiqomah," tegasnya.
Upacara yang berlangsung pada Senin pagi tersebut menjadi momentum bagi warga sekolah untuk tidak sekadar memahami kedisiplinan sebagai aturan, tetapi juga sebagai bagian dari proses pembentukan karakter.
Melalui pesan tersebut, siswa SMAS Plus Miftahul Ulum diajak memahami bahwa kesuksesan bukanlah hasil dari satu lompatan besar. Kesuksesan merupakan akumulasi dari langkah-langkah kecil yang dilakukan dengan tekun dan konsisten.
Naruto boleh saja menjadi tokoh dalam sebuah animasi. Namun, nilai perjuangan, latihan, evaluasi, dan pantang menyerah yang tergambar di dalamnya dapat menjadi refleksi bagi kehidupan nyata.
Pada akhirnya, pesan yang dibawa dari lapangan upacara pagi itu sederhana: jadilah lebih baik daripada kemarin, meskipun hanya sedikit. Sebab, kebaikan yang terus dilakukan akan menjadi karakter, dan karakter yang dijaga dengan istiqomah akan membentuk masa depan.





