Bentengi Pelajar dari Ancaman Narkoba, BNN Isi Materi Hari Ketiga MPLS SMAS Plus Miftahul Ulum
SUMENEP – Upaya membentengi peserta didik dari ancaman penyalahgunaan narkoba dilakukan sejak dini oleh SMAS Plus Miftahul Ulum. Pada hari ketiga Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Rabu (15/7), panitia menghadirkan Badan Narkotika Nasional (BNN) sebagai pemateri khusus tentang bahaya narkoba.
Seluruh peserta didik baru mengikuti kegiatan yang digelar di aula sekolah dengan antusias. Selama lebih dari satu jam, mereka mendapatkan pembekalan mengenai jenis-jenis narkotika, dampak penyalahgunaan bagi kesehatan dan masa depan, hingga berbagai modus peredaran narkoba yang kini semakin menyasar kalangan remaja.
Tidak hanya itu, para siswa juga diajak memahami pentingnya keberanian menolak ajakan menggunakan narkoba serta membangun lingkungan pergaulan yang sehat. Suasana berlangsung interaktif. Sejumlah peserta aktif mengajukan pertanyaan seputar cara mengenali dan menghindari penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitar.
Ketua Panitia MPLS, Iriyanti, S.Pd., mengatakan, pembekalan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar sekolah membentuk karakter peserta didik sejak hari pertama menginjakkan kaki di bangku SMA.
"Kami ingin anak-anak memahami bahwa prestasi dan masa depan hanya bisa diraih jika mereka mampu menjaga diri dari pengaruh negatif, terutama narkoba. Karena itu, kami menghadirkan BNN agar peserta memperoleh informasi yang benar langsung dari ahlinya," ujarnya.
Menurut dia, sekolah memiliki tanggung jawab tidak hanya mencetak peserta didik yang unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam karakter dan memiliki kesadaran untuk hidup sehat.
"Harapan kami, seluruh peserta didik baru menjadi generasi yang berani mengatakan tidak terhadap narkoba dan mampu menjadi teladan di lingkungan keluarga maupun masyarakat," tambahnya.
Salah seorang peserta didik baru, Ahmad Homaedi, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru dari materi yang disampaikan. Selama ini dirinya hanya mengetahui narkoba secara umum.
"Ternyata jenis narkoba sangat banyak dan dampaknya sangat mengerikan. Kegiatan ini membuat saya semakin sadar pentingnya menjaga pergaulan dan tidak mudah terpengaruh ajakan teman," ungkapnya.
Hal senada disampaikan Dewi Kholifatur Rodiyah. Menurutnya, penyampaian materi dari BNN mudah dipahami karena disertai contoh kasus yang dekat dengan kehidupan remaja.
"Saya jadi lebih paham bagaimana cara menghindari narkoba dan pentingnya memilih teman yang baik. Materi ini sangat bermanfaat karena bisa menjadi bekal bagi kami untuk menjaga diri," katanya.
Melalui pembekalan tersebut, SMAS Plus Miftahul Ulum menegaskan komitmennya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba. Edukasi sejak dini diharapkan menjadi bekal bagi peserta didik untuk menatap masa depan sekaligus menjadi agen pencegahan narkoba di tengah masyarakat.





