Tahun Baru Islam

Rumzil Azizah, M.Pd

"Tetap didik dan doakan anak kita menjadi manusia yang terbaik, karena kita bukan hakim yang harus memutuskan masa depan."

Moh. Nur, S.Kom

“Teruslah belajar dan siapkan masa depan dengan proses yang menyenangkan, bersabar dan ulet untuk menyelesaikan persoalan”

Ema Yuliatin, S.Pd

“Belajar akan lebih mudah meraih masa depan, ingat wajah orantuamu, maka kamu akan semangat kembali ”

SAMBUTAN KEPALA

Assalamu’alaikum warahmatullahiwabarakatuh.


Puji syukur kepada Alloh SWT, Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan Rahmat dan Anugerah-Nya kepada kita semua. Sebagai salah satu sekolah penggerak yang ada di Kab. Sumenep dimana informasi sangat dibutuhkan untuk menjawa dan meyampaikan perkembangan sekolah kami. Besar harapan kami, sarana ini dapat memberi manfaat bagi semua pihak yang ada dilingkup pendidikan dan pemerhati pendidikan secara khusus bagi SMA PLUS MIFTAHUL ULUM. Sekolah kami berada didalam Pondok Pesatren Al-Uysmini dimana AHLAQ menjadi yang paling utama bagi seluruh keluarga besar SMA PLUS MIFTAHUL ULUM. Terima kasih atas kunjungannya di website kami maju terus untuk mencapai SMA PLUS MIFTAHUL ULUM yang lebih baik lagi. Wallahul muwafiq ila aqwamith thariq Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Informasi TERBARU

Kami sajikan informasi terupdate disini khusunya pekembangan SMAS PLUS MU SUMENEP

polio

MENGENAL LEBIH JAUH

SMA Plus Miftahul Ulum bediri sejak 2016 atas pemikiran Drs. K.H. Abdullah Cholil M.Hum dimana beliau resah terhadap santri yang menetap dipesantren dan masih sekolah umum diluar pesantren, sebab diluar berbeda dalam pergaulan, tidak seperti pesantren. Jika santri sekolah didalam maka bagi pengasuh lebih mudah dalam mengontrol santri sebagaimana yang diamanahkan oleh wali santri.


SMA ini tentu harus berbeda dengan SMA lain sehingga pengasuh memberi nama Plus Miftahul Ulum, Plus disini lebih dikhususkan kepada pendalaman ilmu agama, dan tidak menutup kemungkinan plus plus yang lain. sejak awal berdiri sampai sekarang SMA Plus Miftahul Ulum mendapat sambutan baik dari masyarakat hal ini dapat dilihat dari kwantitas siswa/i dan kwalitas dalam kegitan belajar mengajar oleh pendidik yang berdidikasi tinggi,


Kapan Berdiri
Baca sejarah SMA Plus
1
...
Kurikulum Sekolah
....
1
...
Fasilitas yang disediakan
...
1
...
Kemudahan dalam belajar
...
1
...
Apa saja kretivitas yang telah dihasilkan
...
1
...

Informasi UMUM

Kami akan suguhkan informasi seputra pendidikan

Rabu, 04 November 2026

SMAS Plus Miftahul Ulum Gelar Bedah Buku, Ajak Siswa Teladani Kepemimpinan Kiai

SMAS Plus Miftahul Ulum Gelar Bedah Buku, Ajak Siswa Teladani Kepemimpinan Kiai

 

Dokumentasi bedah buku


SUMENEP, 4 November 2026 – Upaya menumbuhkan budaya literasi sekaligus memperkuat karakter santri terus dilakukan SMAS Plus Miftahul Ulum. Salah satunya melalui kegiatan bedah buku berjudul Kepemimpinan Kiai dalam Mengembangkan Budaya Pesantren karya Dedi Eko Riyadi HS., M.Pd.I. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk mengenal lebih dekat sosok kepemimpinan kiai sekaligus menggali nilai-nilai luhur yang tumbuh dan berkembang di lingkungan pesantren.

Kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan sambutan Kepala SMAS Plus Miftahul Ulum. Setelah itu, acara memasuki sesi inti berupa bedah buku yang menghadirkan penulis secara langsung, Dedi Eko Riyadi HS., M.Pd.I., serta Moh. Lutfi, M.Pd. sebagai pembedah. Diskusi dipandu oleh Aisyah Fiyanti, S.Pd. selaku moderator.

Dalam sambutannya, Kepala SMAS Plus Miftahul Ulum, Rumzil Azizah, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan bedah buku merupakan agenda luar biasa karena memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh pengetahuan dan mengambil hikmah dari sebuah karya tulis.

Menurutnya, buku tersebut tidak hanya mengajarkan tentang kepemimpinan, tetapi juga memberikan gambaran mengenai keteladanan seorang guru, khususnya sosok kiai yang memiliki peran penting dalam membangun dan menjaga tradisi pesantren.

"Melalui kegiatan ini, kita bisa belajar tentang kepemimpinan dan mengambil teladan dari sosok kiai. Kita juga bisa memahami bagaimana budaya, khususnya nilai-nilai keislaman, ditanamkan dan dikembangkan di lingkungan pondok pesantren," ungkapnya.

Ia juga berharap nilai-nilai positif yang diperoleh selama menimba ilmu di pesantren tidak berhenti ketika para santri menyelesaikan masa mondok. Sebaliknya, nilai-nilai tersebut harus dibawa ke tengah keluarga dan masyarakat untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pada kesempatan itu, kepala sekolah turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Tim Literasi SMAS Plus Miftahul Ulum yang telah menginisiasi dan menyelenggarakan kegiatan tersebut.

Memasuki sesi bedah buku, Dedi Eko Riyadi HS., M.Pd.I. selaku penulis memaparkan proses kreatif di balik lahirnya buku tersebut. Ia menjelaskan bahwa penulisan buku berangkat dari ketertarikan untuk mendokumentasikan sekaligus mengkaji kepemimpinan kiai dalam membangun budaya pesantren.

Baginya, pesantren bukan sekadar lembaga pendidikan yang mengajarkan ilmu agama. Lebih dari itu, pesantren merupakan lingkungan pendidikan yang memiliki tradisi, nilai, dan sistem keteladanan yang diwariskan secara turun-temurun. Dalam prosesnya, kiai menjadi figur sentral yang memberikan arah, membimbing, sekaligus menjadi teladan bagi para santri.

Ia juga mengajak para siswa agar tidak berhenti menjadi pembaca, tetapi mulai membiasakan diri menulis. Sebab, menulis merupakan salah satu cara untuk mengabadikan gagasan, pengalaman, dan pengetahuan agar dapat memberikan manfaat bagi orang lain.

Sementara itu, Moh. Lutfi, M.Pd. selaku pembedah memberikan apresiasi terhadap buku tersebut. Ia menilai buku Kepemimpinan Kiai dalam Mengembangkan Budaya Pesantren merupakan karya yang menarik, disusun dengan ketekunan, serta menyajikan pembahasan secara runtut sehingga memudahkan pembaca memahami gagasan yang disampaikan.

Menurutnya, salah satu pesan penting dalam buku tersebut adalah pemahaman tentang posisi kiai sebagai sosok pilihan yang memiliki tanggung jawab besar dalam meneruskan risalah keilmuan dan keteladanan para nabi.

"Kiai bukan sekadar pemimpin di lingkungan pesantren, melainkan sosok yang menjadi rujukan ilmu, akhlak, dan keteladanan. Karena itu, meneladani kiai merupakan sebuah keharusan bagi kita sebagai santri," jelasnya.

Diskusi berlangsung semakin menarik ketika memasuki sesi tanya jawab. Para siswa terlihat antusias menyampaikan pertanyaan kepada kedua narasumber. Amiliyah Hasanah dari kelas XI-E mengajukan pertanyaan seputar tantangan yang dihadapi penulis dalam menghasilkan sebuah buku.

Pertanyaan berikutnya disampaikan oleh Adilullah Assyafi yang ingin mengetahui bagaimana cara menjadi penulis hebat dan dikenal luas. Kedua pertanyaan tersebut mendapat tanggapan dari narasumber dengan memberikan penjelasan dan motivasi kepada siswa agar berani memulai proses kreatif dalam dunia kepenulisan.

Melalui kegiatan ini, SMAS Plus Miftahul Ulum tidak hanya menghadirkan ruang diskusi literasi, tetapi juga mengajak siswa memahami bahwa budaya membaca dan menulis harus berjalan beriringan dengan pembentukan karakter.

Bedah buku tersebut menjadi pengingat bahwa kepemimpinan sejati tidak hanya dibangun melalui kedudukan, tetapi juga melalui ilmu, keteladanan, konsistensi, dan pengabdian. Nilai-nilai itulah yang selama ini menjadi bagian penting dari kehidupan pesantren dan diharapkan terus melekat dalam diri setiap santri.

Selasa, 03 November 2026

121 Siswa SMAS Plus Miftahul Ulum Ikuti TKA, Kepala Sekolah Tekankan Kejujuran dan Karakter

121 Siswa SMAS Plus Miftahul Ulum Ikuti TKA, Kepala Sekolah Tekankan Kejujuran dan Karakter

 

Dokumentasi TKA

SUMENEP – Sebanyak 121 murid kelas XII SMAS Plus Miftahul Ulum mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang berlangsung selama empat hari, mulai 2 hingga 5 November 2026. Pelaksanaan TKA tersebut menjadi salah satu tahapan penting bagi murid tingkat akhir untuk mengukur kemampuan akademik sekaligus mempersiapkan diri menghadapi jenjang pendidikan berikutnya.

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan SMAS Plus Miftahul Ulum itu diikuti seluruh peserta dengan penuh kesungguhan. Sejak hari pertama, para murid tampak mengikuti setiap tahapan ujian dengan tertib dan serius.

Kepala SMAS Plus Miftahul Ulum, Rumzil Azizah, M.Pd., menyampaikan bahwa TKA tidak semestinya dipandang hanya sebagai ajang untuk memperoleh nilai atau capaian akademik. Menurutnya, ada nilai-nilai karakter yang jauh lebih penting untuk ditanamkan melalui pelaksanaan ujian tersebut.

"Harapan saya, ujian TKA ini bukan sekadar tentang angka dan capaian akademik. Lebih dari itu, saya ingin 121 peserta TKA menjadi pribadi yang tangguh, jujur pada kemampuan diri, dan berani meraih cita-cita," ungkapnya.

Ia juga berpesan agar seluruh murid tetap percaya pada proses dan usaha yang telah dilakukan selama menempuh pendidikan di bangku sekolah.

"Saya percaya, setiap ikhtiar yang sungguh-sungguh, doa dan kejujuran mereka tidak akan pernah sia-sia. Apa pun hasilnya, jadilah pemenang sejati yang berilmu, berkarakter, dan berakhlak mulia. Selamat berjuang, anak-anakku. Kami bangga pada setiap proses yang kalian lalui," imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Tutik Herawati, S.S., menyampaikan bahwa pelaksanaan TKA menjadi momentum bagi murid untuk menunjukkan hasil belajar dan kesungguhan mereka selama tiga tahun menempuh pendidikan di sekolah.

Menurutnya, kesiapan mental, kedisiplinan, serta kejujuran merupakan aspek penting yang harus dijaga seluruh peserta selama mengikuti ujian. Ia berharap para murid dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya dan tidak mudah terpengaruh oleh tekanan selama pelaksanaan tes.

Salah satu peserta TKA, Dewi Hofifah, mengaku bahwa mengikuti TKA menjadi pengalaman sekaligus tantangan tersendiri. Ia berusaha mengerjakan setiap soal dengan maksimal setelah mempersiapkan diri melalui kegiatan belajar dan latihan soal.

Senada dengan itu, Ach. Fitrah, peserta lainnya, mengungkapkan bahwa TKA menjadi kesempatan untuk mengukur kemampuan diri sekaligus melatih kepercayaan diri dalam menghadapi tantangan akademik. Ia berharap hasil yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Pelaksanaan TKA di SMAS Plus Miftahul Ulum tidak hanya menjadi agenda evaluasi akademik, tetapi juga bagian dari proses pembentukan karakter murid. Nilai kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan, dan semangat pantang menyerah menjadi pesan penting yang menyertai kegiatan tersebut.

Melalui pelaksanaan TKA ini, SMAS Plus Miftahul Ulum berharap seluruh murid kelas XII mampu memperoleh hasil terbaik sesuai kemampuan masing-masing. Lebih dari sekadar hasil ujian, sekolah ingin melahirkan generasi yang memiliki kompetensi, integritas, dan akhlak mulia sebagai bekal menghadapi masa depan.

Jumat, 09 Oktober 2026

Datangkan DLH Sumenep, SMAS Plus Miftahul Ulum Ajak Murid Ubah Sampah Jadi Berkah

Datangkan DLH Sumenep, SMAS Plus Miftahul Ulum Ajak Murid Ubah Sampah Jadi Berkah

 

Siswa mengikuti pelatihan dengan antusias

SUMENEP – Kepedulian terhadap lingkungan perlu ditanamkan melalui pengetahuan sekaligus tindakan nyata. Berangkat dari semangat tersebut, SMAS Plus Miftahul Ulum mendatangkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumenep untuk memberikan pelatihan pengolahan sampah kepada murid, Jumat (9/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Pondok Pesantren Al-Usymuni tersebut merupakan bagian dari program kokurikuler bertema Gaya Hidup Berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, murid diajak memahami persoalan sampah sekaligus mengenali berbagai peluang pemanfaatannya agar lebih bernilai guna.

Pemateri dari DLH Kabupaten Sumenep, Edi Yulianto, S.T., M.I.L., menjelaskan berbagai hal mendasar mengenai sampah, mulai dari pengertian, jenis-jenis, hingga manfaat pengelolaannya.

Materi tersebut memberikan pemahaman kepada murid bahwa sampah tidak selalu berakhir sebagai limbah yang tidak berguna. Melalui pemilahan dan pengolahan yang tepat, sebagian sampah dapat dimanfaatkan kembali sehingga mengurangi beban lingkungan.

Selain menambah wawasan, pelatihan ini diharapkan mampu menumbuhkan kebiasaan memilah sampah sejak dari sumbernya. Murid juga didorong untuk menerapkan perilaku ramah lingkungan, baik di sekolah maupun di rumah.

Kepala SMAS Plus Miftahul Ulum, Rumzil Azizah, M.Pd., menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai, edukasi lingkungan menjadi bagian penting dalam membentuk karakter murid yang peduli terhadap kebersihan dan kelestarian alam.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan kesadaran kepada murid bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Sampah bukan hanya persoalan yang harus diselesaikan, tetapi juga memiliki potensi untuk dimanfaatkan apabila dikelola dengan baik. Kami berharap pengetahuan yang diperoleh hari ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, dimulai dari lingkungan sekolah,” ungkapnya.

Menurutnya, pembelajaran bertema Gaya Hidup Berkelanjutan perlu diwujudkan melalui pengalaman nyata agar murid tidak sekadar memahami materi, tetapi juga mampu membangun kebiasaan positif dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Sementara itu, Koordinator Kokurikuler SMAS Plus Miftahul Ulum, Ema Yuliatin, S.Si., menjelaskan bahwa pelatihan tersebut dirancang untuk menghubungkan pembelajaran dengan persoalan lingkungan yang dekat dengan kehidupan murid.

“Kami ingin kegiatan kokurikuler ini menjadi pengalaman belajar yang bermakna bagi murid. Melalui kolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumenep, murid diharapkan memahami jenis-jenis sampah, mengetahui cara pengelolaannya, dan menyadari bahwa tindakan sederhana seperti memilah sampah dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan,” tuturnya.

Ema menambahkan, tema Gaya Hidup Berkelanjutan tidak cukup dipahami sebagai konsep dalam pembelajaran. Tema tersebut perlu diterjemahkan menjadi kebiasaan nyata, seperti mengurangi sampah, menggunakan kembali barang yang masih layak, serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

Keterlibatan DLH Kabupaten Sumenep dalam kegiatan ini menjadi salah satu upaya sekolah memperluas pengalaman belajar murid melalui kolaborasi dengan instansi yang memiliki kompetensi di bidang lingkungan hidup.

Melalui pelatihan tersebut, SMAS Plus Miftahul Ulum berharap lahir generasi muda yang tidak hanya memiliki pengetahuan tentang lingkungan, tetapi juga mampu mengambil peran dalam menjaga kelestariannya.

Sebab, perubahan besar tidak selalu dimulai dari langkah yang besar. Kebiasaan memilah dan mengelola sampah secara bijak dapat menjadi langkah awal untuk mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Rabu, 30 September 2026

STAI Miftahul Ulum Tarate Sumenep Bertransformasi Menjadi Institut, SMAS Plus Sambut dengan Penuh Optimisme

STAI Miftahul Ulum Tarate Sumenep Bertransformasi Menjadi Institut, SMAS Plus Sambut dengan Penuh Optimisme

 



SUMENEP – Kabar perubahan status Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Miftahul Ulum Tarate Sumenep menjadi Institut Miftahul Ulum Tarate Sumenep (ISMU) mendapat sambutan positif dari keluarga besar SMAS Plus Miftahul Ulum. Transformasi tersebut dinilai sebagai langkah penting dalam memperkuat ekosistem pendidikan di bawah naungan Yayasan Abdullah Dewi Hasanah, Pondok Pesantren Al-Usymuni.

Kepala SMAS Plus Miftahul Ulum, Neng Rumzil Azizah, M.Pd., menyambut baik perubahan status tersebut. Ia mengaku turut merasa bahagia karena peningkatan status perguruan tinggi yang berada dalam satu naungan yayasan tersebut menjadi bagian dari perkembangan lembaga pendidikan secara keseluruhan.

Menurutnya, perubahan dari sekolah tinggi menjadi institut bukan sekadar perubahan nama kelembagaan. Lebih dari itu, transformasi tersebut menunjukkan adanya perkembangan dan kepercayaan terhadap lembaga pendidikan yang terus berupaya meningkatkan kualitasnya.

“Alhamdulillah, kami sangat menyambut baik dan ikut merasa bahagia dengan perubahan status STAI Miftahul Ulum Tarate Sumenep menjadi Institut Miftahul Ulum Tarate Sumenep. Ini merupakan sebuah perkembangan yang patut kita syukuri dan menjadi motivasi bagi kita semua,” ungkapnya.

Neng Rumzil berharap keberadaan Institut Miftahul Ulum Tarate Sumenep dapat semakin memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat, khususnya bagi lulusan sekolah dan madrasah di lingkungan Pondok Pesantren Al-Usymuni serta masyarakat Sumenep secara umum.

Ia juga melihat transformasi tersebut dapat memperkuat kesinambungan pendidikan bagi siswa-siswi SMAS Plus Miftahul Ulum. Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, para siswa memiliki lebih banyak peluang untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi yang masih berada dalam satu ekosistem kelembagaan.

“Harapan kami, institut ini semakin maju, semakin dipercaya masyarakat, dan mampu melahirkan lulusan yang unggul, berkarakter, serta memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan zaman. Tentu kami juga berharap sinergi antara pendidikan menengah dan pendidikan tinggi di bawah yayasan dapat semakin kuat,” tambahnya.

Senada, Waka Kesiswaan, Tutik Herawati, S.S. turut menyampaikan kebahagiaannya atas perubahan status tersebut. Menurutnya, kehadiran Institut Miftahul Ulum Tarate Sumenep membuka peluang yang lebih luas bagi siswa-siswi SMAS Plus untuk memperoleh pendidikan tinggi yang berkualitas.

Ia menilai keberadaan perguruan tinggi dalam satu lingkungan kelembagaan dapat menjadi bagian dari upaya membangun kesinambungan pendidikan. Siswa tidak hanya mendapatkan bekal akademik di tingkat sekolah menengah, tetapi juga memiliki gambaran dan akses yang lebih dekat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

“Kami tentu sangat bahagia dengan perubahan status ini. Bagi kami, ini menjadi kabar baik, khususnya bagi siswa-siswi SMAS Plus Miftahul Ulum. Mereka memiliki peluang yang semakin terbuka untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dan mendapatkan pendidikan yang berkualitas,” tuturnya.

Ia berharap Institut Miftahul Ulum Tarate Sumenep ke depan terus berkembang, baik dari sisi program studi, kualitas sumber daya manusia, sarana prasarana, maupun prestasi akademik dan nonakademik.

Menurutnya, kemajuan perguruan tinggi tersebut juga akan memberikan dampak positif terhadap ekosistem pendidikan di lingkungan Yayasan Abdullah Dewi Hasanah. Sinergi antara sekolah, pesantren, dan perguruan tinggi dinilai dapat menjadi kekuatan dalam membangun pendidikan yang berkelanjutan.

Transformasi STAI Miftahul Ulum Tarate Sumenep menjadi Institut Miftahul Ulum Tarate Sumenep pun menjadi momentum baru bagi keluarga besar Yayasan Abdullah Dewi Hasanah dan Pondok Pesantren Al-Usymuni. Perubahan tersebut diharapkan tidak berhenti pada peningkatan status kelembagaan, tetapi berlanjut pada peningkatan mutu pendidikan, perluasan akses, serta lahirnya generasi yang berilmu, berkarakter, dan mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat.

Minggu, 20 September 2026

SMAS Plus Miftahul Ulum Gelar Workshop Literasi Digital, Bekali Siswa Bijak Bermedia Sosial dan Manfaatkan AI

SMAS Plus Miftahul Ulum Gelar Workshop Literasi Digital, Bekali Siswa Bijak Bermedia Sosial dan Manfaatkan AI

 

Dokumentasi pribadi

SUMENEP,  SMAS Plus Miftahul Ulum menggelar Workshop Literasi Digital bertajuk “Cerdas Bermedia, Bijak Berteknologi: Membangun Generasi Literat Digital di Era AI”, Sabtu (19/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Pondok Pesantren Al-Usymuni tersebut diikuti oleh siswa dan guru SMAS Plus Miftahul Ulum. Workshop dimulai pukul 08.30 hingga 12.00 WIB dengan menghadirkan dua narasumber, yakni Gunawan Sujana, S.Pd., S.PT., Analis Kebijakan Publik Dinas Kominfo Kabupaten Sumenep, dan Ema Yuliatin, S.Si., guru inovatif SMAS Plus Miftahul Ulum.

Kepala SMAS Plus Miftahul Ulum dalam sambutannya menyampaikan bahwa perkembangan teknologi digital harus disikapi secara bijak. Menurutnya, media sosial dan kecerdasan buatan (AI) tidak hanya menghadirkan tantangan, tetapi juga membuka peluang besar apabila dimanfaatkan secara positif.

“Teknologi, termasuk media sosial dan AI, dapat memberikan dampak positif dalam kehidupan apabila kita mampu menggunakannya dengan bijak dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan para siswa agar tidak terburu-buru mempercayai maupun menyebarkan informasi yang diterima melalui media sosial. Menurutnya, budaya cek dan ricek menjadi bagian penting dalam membangun literasi digital.

“Baca, pahami, baru bagikan. Jangan sampai kita menjadi bagian dari penyebaran informasi yang belum tentu benar,” pesannya.

Sementara itu, narasumber pertama, Gunawan Sujana, membahas materi tentang “Cerdas dan Bijak dalam Berteknologi”. Materi tersebut menyoroti penggunaan media sosial dan artificial intelligence (AI) dalam kehidupan sehari-hari.

Gunawan mengajak peserta untuk memahami bahwa teknologi merupakan alat yang dapat memberikan manfaat besar apabila digunakan secara tepat. Sebaliknya, penggunaan yang tidak bijak dapat menimbulkan berbagai persoalan, mulai dari penyebaran informasi yang keliru hingga dampak negatif terhadap kehidupan sosial.

Pada sesi berikutnya, Ema Yuliatin memperkenalkan pemanfaatan Gemini Education kepada para siswa. Peserta diajak mengenal bagaimana teknologi AI dapat dimanfaatkan sebagai pendukung proses belajar, mulai dari mencari ide, memahami materi, mengembangkan gagasan, hingga membantu proses pembelajaran secara lebih efektif.

Kegiatan berlangsung interaktif. Para siswa tidak hanya mendapatkan materi secara teoritis, tetapi juga diarahkan untuk memahami penggunaan teknologi secara praktis dan bertanggung jawab.

Workshop tersebut menjadi bagian dari upaya SMAS Plus Miftahul Ulum dalam memperkuat budaya literasi digital di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu menjadi generasi literat digital yang cerdas, kritis, kreatif, dan bijak dalam memanfaatkan teknologi di era AI.

Selasa, 08 September 2026

Rapat Bulanan Pendidik SMAS Plus Miftahul Ulum: Guru Jadi Teladan, Melek AI, Projek Harus Berdampak

Rapat Bulanan Pendidik SMAS Plus Miftahul Ulum: Guru Jadi Teladan, Melek AI, Projek Harus Berdampak

Dokumentasi Rapat Guru

SUMENEP – Menjadi guru bukan hanya tentang menyampaikan materi pembelajaran. Guru juga memiliki tanggung jawab untuk menjadi teladan bagi peserta didik. Prinsip itulah yang ditekankan Kepala SMAS Plus Miftahul Ulum, Neng Rumzil Azizah, M.Pd., dalam rapat bulanan pendidik dan tenaga kependidikan, Selasa (8/9/2026).

Rapat yang berlangsung di Lab Komputer 2 SMAS Plus Miftahul Ulum tersebut dimulai pukul 09.00 WIB dan berlangsung hingga selesai. Kegiatan menjadi momentum untuk melakukan penguatan, berbagi praktik baik, sekaligus mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran selama satu bulan terakhir.

Dalam agenda motivasi, Neng Rumzil mengingatkan kembali kemuliaan profesi guru. Menurutnya, guru tidak cukup hanya menguasai kompetensi akademik dan pedagogik. Sikap serta perilaku guru juga menjadi bagian penting dalam proses pendidikan.

“Menjadi guru adalah tugas mulia. Guru harus bisa menjadi guru yang dapat digugu dan ditiru,” pesannya.

Selain keteladanan, perhatian khusus juga diberikan terhadap pendampingan peserta didik inklusi. Kepala sekolah mendorong para guru agar mampu memberikan bimbingan sesuai karakteristik dan kebutuhan setiap peserta didik.

Hal lain yang menjadi perhatian adalah persiapan pemilihan pengurus OSIS yang akan segera dilaksanakan. Neng Rumzil mengingatkan agar proses pemilihan dilakukan secara cermat dan memilih siswa yang mampu menjalankan amanah organisasi.

OSIS, kata dia, bukan sekadar organisasi siswa, melainkan wadah untuk mengembangkan kreativitas, kepemimpinan, dan potensi peserta didik di lingkungan sekolah.

“OSIS adalah wadah kreatif siswa di sekolah. Karena itu, harus dipilih dengan baik,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, kepala sekolah juga menekankan pentingnya kebermaknaan projek yang dilaksanakan di sekolah. Setiap projek diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan internal, tetapi mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

“Projek harus berdampak kepada lingkungan sekitar,” tegasnya.

Setelah sesi motivasi, rapat dilanjutkan dengan agenda berbagi praktik baik. Ibu Ema Yuliatin, S.Si., membagikan pengalaman mengenai pemanfaatan Gemini Education dalam mendukung aktivitas pendidikan dan pembelajaran.

Berbagi praktik baik tersebut menjadi ruang bagi para pendidik untuk memperluas wawasan mengenai pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial dalam dunia pendidikan. Pemanfaatan teknologi diarahkan agar tetap mendukung tujuan pembelajaran dan membantu guru bekerja secara lebih efektif.

Agenda terakhir diisi dengan evaluasi bulanan pembelajaran yang dipimpin Bapak Nilta Najmur Rahman, M.Pd. Evaluasi dilakukan untuk merefleksikan proses pembelajaran, mengidentifikasi berbagai kendala, serta merumuskan perbaikan yang diperlukan.

Rapat bulanan tersebut menjadi bagian dari upaya SMAS Plus Miftahul Ulum membangun budaya refleksi dan perbaikan berkelanjutan. Melalui evaluasi, berbagi praktik baik, dan penguatan motivasi, sekolah berupaya memastikan proses pendidikan terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi peserta didik maupun lingkungan sekitar.

PENGELOLA SMAS PLUS MU

Rumzil Azizah, M.Pd

(Kepala)

Nilta Najmur R., M.Pd

(W. Kurikulum)

Tutik Herawti, S.Pd

(W. Kesiswaan)

Hisbullah Huda, SH.I

(W. Sarpas)

Moh. Hariyanto

(W. Humas)

Sofiyatul Husna

(Bendahara)

Hairul Jamal

(K. TU)

MOH. NUR

(OPS)

Maps Dan Kontak

Jika ada yang ingin ditanyakan silahkan kirim E-Mail, WA dan bisa berkunjung ke alamat dibawah ini

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Featured