Jumat, 30 Januari 2026

Ayah, Ibu, Guru dan Lautan Kasih

 

Ilustrasi: Tony Liong via rise.smeru.or.id

Guru

Ditulis oleh : Hoza Putri Romadani, Rona Salsabila, Ayu Tina Prastiwi, & Khoirotun Nisa

Di pagi yang belum menampakkan fajarnya

Dia bangun lebih awal

Dengan niat yang begitu mulia

Dia tak kenal lelah

​Guru...

Dia tak kenal sakit

Kadang tubuhnya lelah tapi

Hatinya begitu kuat dengan niat yang membara

​Niat baiknya membuat kita

Jauh dari yang namanya kebodohan

Karena-nya kita tahu membaca

Menulis bahkan menciptakan bait kata

​Yang ia sampaikan lewat kata

Ia menyampaikan ilmu-ilmunya

Tanpanya kita tak jadi apa


Jejak Pena di Ujung Harapan

Ditulia oleh : Aisyah Hammuliya, RA. Siti Maufirah, Siti Khoirotun Nisa, & Nurul Kholifah

Di ruang hening fajar menyapa

Langkah kaki meniti ilmu

Buku terbuka menantang mata

Mengejar mimpi yang dituju

​Pena menari di atas kertas

Mengukir kisah perjuangan

Hati tulus tak pernah terbatas

Membakar kebodohan, menyulut harapan

​Guratan waktu takkan percuma

Ilmu tertanam di dalam dada

Menjadi bekal tuk masa depan

Jembatan emas impian mulia...


Ibu Lautan Kasih

Ditulis oleh : Siti Khotijah, Dewi Khofifah, Rahayu Maulidia, & Amelia Nur Faizah

Ibu...

Samudra kasihmu begitu luas tak bertepi

Menenggelamkan segala luka, mengalirkan damai

Setiap tetes air matamu adalah doa

Menjadi tujuan yang menyuburkan jiwaku

​Kau ajarkan tentang kekuatan

Tentang keikhlasan, tentang bertahan

Meski dunia berubah

Cintamu tetap abadi, tak pernah goyah.

​Kau adalah rumah tempatku kembali

Tempatku bersandar, tempatku mengabdi

Di setiap helaan nafas dan langkah kaki

Selalu ada bayangmu Ibu, di hati.


Untuk Sang Permata Surga

Ditulis oleh : Shelvyna, Hilmatul Ilmiyah, Siti Abelia Putri, & Intan Nur Jannah

Ayah...

Keringatmu bercucuran karena panasnya matahari

Lelah dan letih telah kau rasakan

Demi menghidupkan keluarga kecilmu tercinta

Kini, kau berharap segala pengorbananmu dibalas Sang Ilahi

Dibalas dengan kebahagiaan tiada tara

Ibu...

Kau kehangatan yang Tuhan ciptakan

Kau melahirkanku dengan mengorbankan separuh nyawamu

Kau merawatku hingga aku merasakan lika-liku dunia

Kau pemilik kesabaran sedalam samudra

Kini aku berharap kebahagiaan setinggi gunung untukmu

​Maaf ayah, ibu...

Aku belum bisa membalas segala jasamu

Aku hanya selalu bersimpuh dan berdoa

Untuk segala kebahagiaanmu

Tameng Negara

Ditulis oleh : Devi Avia, Lizatul Maghfiroh, Dewi Kholiyatul Jannah, & Fita Khoirotun Nisa

Ayunan pedang di mana-mana

Tombakpun melesat pada sasarannya

Suara pistol menggema memenuhi gendang telinga

Mengalir darah

Mewarnai tanah sang pertiwi

Di sana berdiri dengan gagah

Manusia-manusia mulia

Dengan api semangat yang berkobar di mata mereka

Yang menyerahkan nyawanya

Pada pedang yang dipegangnya

Di depan mereka hanya ada dua jalan

Maju dengan tenang

Atau mundur dengan menjadi pecundang


​Harapan Masa Depan

Ditulia oleh : Eizatul Aulia, Siti Mairani Putri, & Siti Anisa

Harapan....

Masa depan kita telah menunggu

Kita tidak tahu bagaimana masa depan kita

Bahagiakah?

Sedihkah?

Tidak ada kata terlambat

​Masa depan...

Jangan hanya dirancang

Gapai apa yang sudah dirancanakan

Raih apa yang diinginkan

Terjatuh

Bangkit kembali

Sehingga apa yang kita inginkan

Ada di tangan kita

Ayah

Ditulia oleh : Syahnaz, Fela, Mala, & Syahadatillah. 

Ayah...

Kaulah cinta pertamaku

Kau pelindungku disaat ku membutuhkanmu

Kau tak banyak bicara, tapi hatimu penuh cerita

Kau adalah tempat berteduh saat badai datang

Kau pernah bilang "Jangan pernah menyerah saat menghadapi cobaan"

Kau bukan hanya ayah

Tapi juga sahabat terbaik terbaikku

Setiap kali aku butuh

Kamu selalu ada tepat waktu

​Ayah...

Setiap detik aku merasa beruntung

Karna punya kamu yang selalu menjadi pelindungku

Guru

Ditulis Oleh: Safira Aulia & Putri Zahrotul Jannah

Di gelap malam gulita

Seorang datang dengan lentera

Menebarkan cahaya dalam sebuah asa yang hampir sirna

Menunjuk arah disaat langkah tersesat

Dalam gelapnya kebodohan

Seorang yang tak kenal letih

Seorang yang mengabaikan rasa lelah

Demi bintang kecil yang menanti bagiannya

tuk bersinar

dialah guru, guru

yang mengorbankan detik menit dan

jam berharganya, untuk kita bisa

meraih ridho sang kuasa



Tags :

bm

Lutfi

MEDIA SMAS PLUS MIFTAHUL ULUM

Ditunggu ide-idenya pada kolom komentar sebagai ikhtiar bersama meningkatkan kualitas pendidikan

  • Lutfi
  • Jl. Pesantren No. 11 Tarate Pandian Sumenep
  • smaplusmu@gmail.com
  • 085233233188

Posting Komentar