OSIS SMAS Plus Miftahul Ulum Gelar Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW
Sumenep — OSIS SMAS Plus Miftahul Ulum menyelenggarakan peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW pada Selasa, 20 Januari 2025, bertempat di lingkungan sekolah. Kegiatan ini berlangsung dengan khidmat dan penuh antusiasme, diikuti oleh seluruh siswa, guru, serta tenaga kependidikan.
Acara diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Alquran, selawat, dan sambutan. Kepala SMAS Plus Miftahul Ulum, Rumzil Azizah, M.Pd. dalam sambutannya menyampaikan bahwa di manapun adalah tempat belajar. Belajar, menurutnya, ibarat akar yang menancap kuat, menjadi fondasi utama dalam pembentukan karakter dan akhlak peserta didik. Beliau juga berharap agar seluruh rangkaian kegiatan yang dilakukan pada hari tersebut benar-benar diniatkan karena Allah SWT, sehingga memperoleh barokah.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Panitia, Faizi Al Wildani. Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Dengan penuh rasa syukur, ia menyampaikan rasa bangga dan bahagia karena peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW dapat terlaksana dengan lancar dan sukses.
Memasuki acara inti, mauidah hasanah disampaikan oleh K.H. Nur Kholish Arifin. Dalam ceramahnya, beliau menjelaskan bahwa peristiwa Isra Mikraj terjadi pada masa penuh kesedihan dalam kehidupan Rasulullah SAW, yang dikenal sebagai ‘Amul Huzni (Tahun Kesedihan). Pada masa tersebut, Rasulullah SAW kehilangan dua sosok yang sangat berarti, yakni pamannya Abu Thalib serta istrinya tercinta, Khadijah r.a.
Lebih lanjut, beliau menuturkan bahwa Isra Mikraj merupakan bentuk kemuliaan Rasulullah SAW, ketika Allah SWT menjemput langsung Rasulullah untuk menghadap kepada-Nya, sekaligus memperlihatkan kebesaran dan tanda-tanda kekuasaan-Nya kepada beliau dan umat manusia.
Dalam ceramah tersebut juga disampaikan bahwa oleh-oleh terpenting Rasulullah SAW dari peristiwa Isra Mikraj adalah perintah sholat. Oleh karena itu, K.H. Nur Kholish Arifin mengajak seluruh hadirin untuk memperbaiki dan menjaga kualitas sholat, baik dari segi ketepatan waktu, kekhusyukan, maupun pemahaman maknanya, sebagai bentuk nyata kecintaan dan ketaatan kepada Allah SWT serta Rasulullah SAW.
Dalam penutup mauidahnya, beliau mengajak seluruh peserta untuk menghubungkan diri dengan Rasulullah SAW melalui pengamalan ajaran beliau dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan panca indra untuk kebaikan, seperti mata untuk membaca Al-Qur’an, kaki melangkah ke majelis zikir, serta menata hati dengan sifat-sifat mulia Rasulullah SAW, seperti sabar, tawaduk, dan akhlakul karimah.
Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW ini diharapkan dapat meningkatkan keimanan, memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW, serta membentuk karakter religius peserta didik SMAS Plus Miftahul Ulum.





