Jumat, 23 Juni 2023

PEMBAGIAN RAPORT dan PARENTING EDUCATION "Penanganan Anak Slow Learner"


Kepala SMAS Plus Miftahul Ulum Rumzil Azizah, M.Pd, mengajak orang tua berkolaborari dengan sekolah untuk menerapkan pola asuh terhadap remaja. hal tersebut disampaikan ketika memberikan sambutan di hadapan wali murid kelas X dan XI dalam agenda “Pembagian Raport dan Parenting Education dengan tema Penanganan Anak Slow Learner.” Kamis (22/6).

Neng Sisil berpesan, para orang tua wajib mendukung anak-anak untuk mengawal di salah satu fase dimana mereka sedang mencari jati dirinya dengan menghadapi masa remaja di era digital ini.” Tolong para orang tua memberikan support, agar anak-anak kita selalu termotivasi dalam mencari ilmu sebanyak mungkin dan tentunya kewajiban kita untuk menyiapkan SDM dengan daya saing tinggi menuju Indonesia Emas 2045 mendatang,” dan di samping itu juga meminta agar orang tua tidak menyerahkan urusan Pendidikan sepenuhnya kepada guru di sekolah. Tetapi, orang tua juga harus turut ambil peran dalam Pendidikan karakter anak dan mengawal cita-cita mereka. ujarnya.

Di sesi lain sekolah turut mengundang Ibu Maulidini Triswati, S.Psi, M.Pd sebagai narasumber yang mana memberikan edukasi kepada seluruh peserta, bagaimana cara mengidentifikasi dan menangani siswa yang masuk kategori Slow Leaner.

Slow learner merupakan sebutan untuk anak yang sulit mempelajari sesuatu, baik itu akademis maupun keterampilan. kondisi ini biasanya disebabkan oleh faktor keturunan maupun faktor lingkungan. sebagian anak bisa mengalami masalah dalam mempelajari suatu formasi yang baru. Mereka biasanya disebut sebagai slow learner hingga menimbulkan adanaya kesenjangan dengan anak-anak pada umumnya. Dalam hal ini, orang tua perlu aktif untuk mencari tahu tanda-tanda anak adalah seorang slow learner serta langkah untuk beradaptasi dengannya. imbuhnya.

Beliau melanjtkan bagaimana untuk mengenali tanda-tanda slow Learner yaitu: 1. Keterampilan membaca, 2. Keterampilan menulis, 3. Keterampilan berhitung, dan 4. Keterampilan nonverbal. dan dilanjutkan memberikan cara menghadapi anak slow learner adalah: 1. Meyakinkan diri sendiri, 2. Cari tau banyak hal, 3. Jadi pahlawan untuk anak, dan 4. Menularkan energi positif.

Sesi yang ketiga dilanjutkan oleh Bapak Nilta Najm sebagai wakasek kurikulum, didalam penyampaiannya ada 3 poin yaitu: 1. Melaporkan hasil pelaksanaan minat bakat dan pilihan paket mapel di fase F pada siswa kelas X, 2. Mendiskripsikan proses hasil rapat pleno kenaikan kelas tahun pelajaran 2022/2023 dan 3. Memberikan informasi persiapan tahun pelajaran 2023/2024.

Sesi berikutnya yaitu penutup yang ditutup pembacaan doa yang dibacakan oleh perwakilan wali murid dan diakhiri pembagian raport oleh masing-masing wali kelas X dan XI kepada wali murid. (najm.red)

Tags :

bm

NILTA NAJM RAHMAN

MEDIA SMAS PLUS MIFTAHUL ULUM

Ditunggu ide-idenya pada kolom komentar sebagai ikhtiar bersama meningkatkan kualitas pendidikan

  • NILTA NAJM RAHMAN
  • Jl. Pesantren No. 11 Tarate Pandian Sumenep
  • smaplusmu@gmail.com
  • 085233233188

Posting Komentar