Selasa, 08 September 2026

Rapat Bulanan Pendidik SMAS Plus Miftahul Ulum: Guru Jadi Teladan, Melek AI, Projek Harus Berdampak

Rapat Bulanan Pendidik SMAS Plus Miftahul Ulum: Guru Jadi Teladan, Melek AI, Projek Harus Berdampak

Dokumentasi Rapat Guru

SUMENEP – Menjadi guru bukan hanya tentang menyampaikan materi pembelajaran. Guru juga memiliki tanggung jawab untuk menjadi teladan bagi peserta didik. Prinsip itulah yang ditekankan Kepala SMAS Plus Miftahul Ulum, Neng Rumzil Azizah, M.Pd., dalam rapat bulanan pendidik dan tenaga kependidikan, Selasa (8/9/2026).

Rapat yang berlangsung di Lab Komputer 2 SMAS Plus Miftahul Ulum tersebut dimulai pukul 09.00 WIB dan berlangsung hingga selesai. Kegiatan menjadi momentum untuk melakukan penguatan, berbagi praktik baik, sekaligus mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran selama satu bulan terakhir.

Dalam agenda motivasi, Neng Rumzil mengingatkan kembali kemuliaan profesi guru. Menurutnya, guru tidak cukup hanya menguasai kompetensi akademik dan pedagogik. Sikap serta perilaku guru juga menjadi bagian penting dalam proses pendidikan.

“Menjadi guru adalah tugas mulia. Guru harus bisa menjadi guru yang dapat digugu dan ditiru,” pesannya.

Selain keteladanan, perhatian khusus juga diberikan terhadap pendampingan peserta didik inklusi. Kepala sekolah mendorong para guru agar mampu memberikan bimbingan sesuai karakteristik dan kebutuhan setiap peserta didik.

Hal lain yang menjadi perhatian adalah persiapan pemilihan pengurus OSIS yang akan segera dilaksanakan. Neng Rumzil mengingatkan agar proses pemilihan dilakukan secara cermat dan memilih siswa yang mampu menjalankan amanah organisasi.

OSIS, kata dia, bukan sekadar organisasi siswa, melainkan wadah untuk mengembangkan kreativitas, kepemimpinan, dan potensi peserta didik di lingkungan sekolah.

“OSIS adalah wadah kreatif siswa di sekolah. Karena itu, harus dipilih dengan baik,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, kepala sekolah juga menekankan pentingnya kebermaknaan projek yang dilaksanakan di sekolah. Setiap projek diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan internal, tetapi mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

“Projek harus berdampak kepada lingkungan sekitar,” tegasnya.

Setelah sesi motivasi, rapat dilanjutkan dengan agenda berbagi praktik baik. Ibu Ema Yuliatin, S.Si., membagikan pengalaman mengenai pemanfaatan Gemini Education dalam mendukung aktivitas pendidikan dan pembelajaran.

Berbagi praktik baik tersebut menjadi ruang bagi para pendidik untuk memperluas wawasan mengenai pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial dalam dunia pendidikan. Pemanfaatan teknologi diarahkan agar tetap mendukung tujuan pembelajaran dan membantu guru bekerja secara lebih efektif.

Agenda terakhir diisi dengan evaluasi bulanan pembelajaran yang dipimpin Bapak Nilta Najmur Rahman, M.Pd. Evaluasi dilakukan untuk merefleksikan proses pembelajaran, mengidentifikasi berbagai kendala, serta merumuskan perbaikan yang diperlukan.

Rapat bulanan tersebut menjadi bagian dari upaya SMAS Plus Miftahul Ulum membangun budaya refleksi dan perbaikan berkelanjutan. Melalui evaluasi, berbagi praktik baik, dan penguatan motivasi, sekolah berupaya memastikan proses pendidikan terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi peserta didik maupun lingkungan sekitar.

Senin, 07 September 2026

Upacara SMAS Plus Miftahul Ulum: Kaizen dan Istiqamah, Jalan Menjadi Lebih Baik

Upacara SMAS Plus Miftahul Ulum: Kaizen dan Istiqamah, Jalan Menjadi Lebih Baik

Dokumentasi Upacara 

Sumenep – Menjadi hebat tidak selalu dimulai dari langkah besar. Kadang, perubahan justru lahir dari kebiasaan kecil yang dilakukan terus-menerus. Pesan itulah yang disampaikan Moh. Lutfi, M.Pd., saat menjadi pembina upacara bendera di SMAS Plus Miftahul Ulum, Senin (7/9/2026).

Di hadapan seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan, Moh. Lutfi mengajak peserta upacara belajar tentang kaizen melalui salah satu anime populer, Naruto. Menurutnya, perjalanan Naruto Uzumaki menjadi ninja hebat bukanlah proses instan. Ia tumbuh melalui latihan, kegagalan, evaluasi, dan kemauan untuk terus memperbaiki diri.

"Naruto mengajarkan kita bahwa menjadi hebat bukan tentang siapa yang paling cepat, tetapi siapa yang mau terus berproses dan memperbaiki diri," pesannya.

Konsep kaizen, yang secara sederhana berarti perbaikan secara terus-menerus, kemudian dikaitkan dengan nilai keislaman istiqomah. Moh. Lutfi menekankan bahwa dalam kehidupan seorang muslim, konsistensi dalam melakukan kebaikan memiliki nilai yang jauh lebih penting daripada semangat besar yang hanya muncul sesekali.

Ia mengibaratkan seorang siswa yang ingin mendapatkan prestasi. Keberhasilan tidak cukup hanya dengan belajar keras sehari sebelum ujian. Sebaliknya, siswa perlu membangun kebiasaan belajar sedikit demi sedikit, memperbaiki kesalahan, dan mempertahankan kebiasaan baik tersebut secara konsisten.

"Kaizen mengajarkan continuous improvement, sedangkan Islam mengajarkan istiqomah. Keduanya bertemu pada satu pesan: jangan berhenti menjadi lebih baik," ujarnya.

Menurutnya, kegagalan bukan alasan untuk berhenti. Kesalahan justru dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki langkah berikutnya. Prinsip tersebut juga tercermin dalam perjalanan Naruto yang berkali-kali menghadapi kegagalan, tetapi terus berlatih hingga mampu berkembang menjadi sosok yang lebih kuat.

Pesan itu kemudian diarahkan kepada kehidupan siswa di lingkungan sekolah. Perubahan tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Datang tepat waktu, menjaga kebersihan, melengkapi alat belajar, menghormati guru, disiplin mengerjakan tugas, membaca buku, serta menjaga ibadah merupakan contoh sederhana yang dapat dilakukan setiap hari.

"Jangan menunggu menjadi sempurna untuk memulai kebaikan. Mulailah dari satu hal kecil hari ini, kemudian ulangi besok, lusa, dan seterusnya. Itulah kaizen yang bertemu dengan istiqomah," tegasnya.

Upacara yang berlangsung pada Senin pagi tersebut menjadi momentum bagi warga sekolah untuk tidak sekadar memahami kedisiplinan sebagai aturan, tetapi juga sebagai bagian dari proses pembentukan karakter.

Melalui pesan tersebut, siswa SMAS Plus Miftahul Ulum diajak memahami bahwa kesuksesan bukanlah hasil dari satu lompatan besar. Kesuksesan merupakan akumulasi dari langkah-langkah kecil yang dilakukan dengan tekun dan konsisten.

Naruto boleh saja menjadi tokoh dalam sebuah animasi. Namun, nilai perjuangan, latihan, evaluasi, dan pantang menyerah yang tergambar di dalamnya dapat menjadi refleksi bagi kehidupan nyata.

Pada akhirnya, pesan yang dibawa dari lapangan upacara pagi itu sederhana: jadilah lebih baik daripada kemarin, meskipun hanya sedikit. Sebab, kebaikan yang terus dilakukan akan menjadi karakter, dan karakter yang dijaga dengan istiqomah akan membentuk masa depan.

Senin, 24 Agustus 2026

Maulid Nabi Bersama, Perkuat Keteladanan Rasulullah di Tengah Tantangan Zaman

Maulid Nabi Bersama, Perkuat Keteladanan Rasulullah di Tengah Tantangan Zaman

Foto bersama setelah acara

SUMENEP — Senin, 24 Agustus 2026. Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw. dilaksanakan bersama oleh SMP Plus Miftahul Ulum dan SMAS Plus Miftahul Ulum dalam suasana khidmat dan penuh kekeluargaan. Kegiatan yang diikuti oleh guru serta siswa dari kedua jenjang pendidikan dalam satu yayasan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah sekaligus menanamkan nilai-nilai keteladanan beliau kepada generasi muda di tengah tantangan zaman modern.

Dalam sambutannya, Kyai Hisbullah Huda, S.H., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan. Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada guru, OSIS, dan panitia yang telah mempersiapkan acara dengan baik.

“Terima kasih kepada seluruh guru, OSIS, dan panitia yang telah menyiapkan acara ini dengan baik,” ujar Kyai Hisbullah.

Ia juga menyampaikan penghargaan kepada Ustadz H. Masturi, Lc., yang berkenan hadir untuk memberikan ilmu dan tausiyah kepada para siswa.

Kyai Hisbullah mengajak seluruh peserta untuk menyimak tausiyah dengan sungguh-sungguh. Menurutnya, peringatan Maulid Nabi tidak cukup hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi harus mampu mendorong peserta didik untuk menerapkan keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

“Simak dengan baik apa yang akan disampaikan penceramah sehingga kita bisa meneladani Nabi Muhammad Saw. dengan baik pula, apalagi di zaman modern ini,” pesannya.

Ia menilai perkembangan zaman yang semakin kompleks juga membawa tantangan terhadap moral dan akidah generasi muda. Karena itu, keteladanan Rasulullah menjadi penting sebagai pegangan dalam menghadapi perubahan zaman.

“Zaman saat ini adalah zaman yang sudah tua. Kalau sudah tua berarti rentan, rentan moral dan akidah,” katanya.

Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi perhatian bersama. Para siswa diharapkan mampu mengambil pelajaran dari akhlak Rasulullah dan menjadikannya sebagai pedoman dalam pergaulan maupun kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Ustadz H. Masturi, Lc., dalam tausiyahnya menjelaskan bahwa peringatan Maulid Nabi memiliki keterkaitan erat dengan kecintaan umat Islam kepada Rasulullah Muhammad Saw.

Ia mengingatkan bahwa Allah Swt. memerintahkan umat Islam untuk bershalawat kepada Nabi Muhammad Saw. Karena itu, momentum Maulid semestinya menjadi sarana untuk semakin mengenal, mencintai, dan meneladani Rasulullah.

Menurut Ustadz Masturi, menjadikan Nabi Muhammad sebagai idola tidak berhenti pada kekaguman. Kecintaan tersebut harus diwujudkan melalui upaya meneladani kehidupan dan akhlak beliau.

“Menjadikan Kanjeng Nabi sebagai idola harus meneladani Nabi Muhammad Saw.,” tuturnya.

Ia kemudian menggambarkan Rasulullah sebagai sosok pembelajar, pedagang yang jujur, sekaligus diplomat yang ulung. Berbagai keteladanan tersebut menunjukkan bahwa Nabi Muhammad Saw. memiliki karakter yang relevan untuk dijadikan inspirasi oleh generasi muda dalam menghadapi kehidupan modern.

Salah satu karakter utama Rasulullah yang disoroti adalah kejujuran. Bahkan, jauh sebelum diangkat menjadi Rasul, Nabi Muhammad Saw. telah dikenal luas karena integritas dan kejujurannya.

Kejujuran tersebut membuat masyarakat memberikan gelar Al-Amin, yang berarti orang yang dapat dipercaya.

Bagi para siswa, keteladanan tersebut menjadi pesan penting bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga oleh karakter. Kejujuran, tanggung jawab, ketekunan belajar, dan kemampuan membangun hubungan dengan orang lain merupakan nilai yang perlu terus ditanamkan dalam kehidupan.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw. di lingkungan SMP Plus dan SMAS Plus Miftahul Ulum pun tidak sekadar menjadi agenda tahunan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang refleksi bagi guru dan siswa untuk kembali menjadikan Rasulullah sebagai teladan dalam membangun karakter generasi muda yang berakhlak, berilmu, dan mampu menghadapi tantangan zaman.

Senin, 10 Agustus 2026

Semarak HUT Ke-81 RI, Guru dan Tendik SMAS Plus Miftahul Ulum Adu Kekompakan

Semarak HUT Ke-81 RI, Guru dan Tendik SMAS Plus Miftahul Ulum Adu Kekompakan

 

Pembukaan lomba HUT Ke-81 Republik Indonesia

SUMENEP – Semarak memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia mulai terasa di lingkungan SMAS Plus Miftahul Ulum Sumenep. Senin (10/8/2026), para pendidik dan tenaga kependidikan (tendik) sekolah tersebut turut ambil bagian dalam serangkaian lomba yang digelar khusus untuk memeriahkan momentum kemerdekaan.

Kegiatan diawali dengan pembukaan yang berlangsung penuh keakraban. Kepala SMAS Plus Miftahul Ulum, Neng Rumzil Azizah, M.Pd., memberikan sambutan sekaligus arahan kepada seluruh peserta sebelum perlombaan dimulai.

Dalam sambutannya, Neng Rumzil mengajak seluruh warga sekolah tidak sekadar menjadikan peringatan HUT Kemerdekaan sebagai kegiatan seremonial. Menurutnya, momentum kemerdekaan perlu menjadi ruang untuk kembali merefleksikan perjuangan para pahlawan.

Ia berharap semangat perjuangan tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjalankan tugas sebagai pendidik dan tenaga kependidikan.

“Semoga kita bisa mengambil hikmah dari perjuangan para pahlawan dan mengimplementasikannya dalam pembelajaran nanti,” pesannya.

Usai pembukaan, suasana sekolah langsung berubah. Para peserta yang sebelumnya mengikuti kegiatan secara serius mulai menunjukkan sisi kompetitif mereka. Gelak tawa dan sorak-sorai pun terdengar saat perlombaan pertama dimulai.

Bukan hanya soal menjadi pemenang, berbagai lomba tersebut juga menjadi ajang untuk mempererat kebersamaan antarpersonel sekolah. Guru dan tenaga kependidikan terlihat saling memberikan dukungan kepada rekan-rekannya yang sedang berlaga.

Panitia kegiatan, Abu Khoiro, S.Pd., menjelaskan bahwa rangkaian lomba akan berlangsung selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu. Setiap harinya terdapat tiga jenis perlombaan sehingga secara keseluruhan terdapat sembilan lomba.

“Setiap hari ada tiga lomba. Jadi selama tiga hari total ada sembilan lomba,” jelasnya.

Pada hari pertama, tiga perlombaan yang dimainkan adalah jalan berliku, injak balon, dan lari pingpong. Ketiganya dipilih untuk menghadirkan suasana kompetisi yang ringan, menyenangkan, sekaligus menguji ketangkasan dan kekompakan peserta.

Salah seorang peserta, Nia Yuliati, S.Pd. mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, lomba yang digelar panitia cukup menarik karena mampu menghadirkan suasana berbeda di tengah rutinitas pekerjaan.

“Senang sekali. Kegiatannya menarik dan memberikan semangat,” ungkapnya.

Kemeriahan hari pertama menjadi pembuka dari rangkaian kegiatan yang masih akan berlangsung hingga Rabu. Selain menjadi bagian dari perayaan HUT ke-81 RI, lomba tersebut diharapkan dapat menjadi momentum memperkuat solidaritas, kebersamaan, dan semangat seluruh keluarga besar SMAS Plus Miftahul Ulum.

Semangat kemerdekaan pun tidak berhenti pada perlombaan. Lebih jauh, semangat itu diharapkan ikut terbawa ke ruang-ruang pembelajaran, menjadi energi positif bagi para pendidik dalam mendampingi murid serta memberikan kontribusi terbaik bagi sekolah.

Senin, 03 Agustus 2026

Prestasi dan Integritas Jadi Sorotan Upacara Perdana Agustus di SMAS Plus Miftahul Ulum

Prestasi dan Integritas Jadi Sorotan Upacara Perdana Agustus di SMAS Plus Miftahul Ulum

 


SUMENEP – Suasana khidmat menyelimuti lapangan SMAS Plus Miftahul Ulum Sumenep saat seluruh warga sekolah mengikuti upacara bendera yang digelar pada Senin (3/8/2026). Upacara rutin awal pekan tersebut menjadi momentum untuk menanamkan nilai disiplin, integritas, sekaligus memberikan penghargaan kepada siswa berprestasi.

Bertindak sebagai pembina upacara, Bapak Nilta Najmur Rahman, M.Pd., menyampaikan amanat yang menitikberatkan pada pentingnya budaya berprestasi, kedisiplinan, dan integritas sebagai karakter utama yang harus dimiliki setiap peserta didik.

Pada awal amanatnya, Nilta Najmur Rahman menyampaikan apresiasi kepada dua siswa SMAS Plus Miftahul Ulum yang baru saja mengharumkan nama sekolah dalam Kejuaraan Cabang (Kejurcab) V Pagar Nusa Kabupaten Sumenep Tahun 2026, yakni Saifullah Nailurridha yang berhasil meraih Juara I Pencak Silat Kategori Dewasa Kelas E serta Kadek Ahmad Fauzi Nejad yang sukses meraih Juara III Pencak Silat Kategori Remaja Kelas I.

"Selamat kepada Ananda Saifullah Nailurridha dan Kadek Ahmad Fauzi Nejad atas prestasi yang telah diraih. Harapan kami, prestasi ini tidak berhenti pada diri kalian saja, tetapi mampu menjadi teladan sekaligus pemicu lahirnya prestasi-prestasi baru dari siswa SMAS Plus Miftahul Ulum," ungkapnya di hadapan seluruh peserta upacara.

Ia menegaskan bahwa setiap siswa memiliki kesempatan yang sama untuk mengukir prestasi sesuai bidang yang diminati. Menurutnya, keberhasilan tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses latihan yang konsisten, kerja keras, doa, dan semangat pantang menyerah.

Selain memberikan apresiasi terhadap capaian siswa, Nilta juga mengingatkan pentingnya membangun budaya disiplin di lingkungan sekolah. Ia mengajak seluruh peserta didik untuk membiasakan hadir tepat waktu, menaati tata tertib sekolah, serta bertanggung jawab terhadap setiap tugas dan kewajiban sebagai pelajar.

"Kedisiplinan adalah kebiasaan kecil yang akan membentuk karakter besar. Sekolah yang hebat lahir dari warga sekolah yang disiplin," pesannya.

Dalam amanatnya, Nilta juga menekankan pentingnya integritas sebagai fondasi utama dalam kehidupan. Menurutnya, integritas adalah bentuk kepercayaan yang dibangun melalui keselarasan antara ucapan dan tindakan.

"Integritas berarti apa yang kita katakan harus sesuai dengan apa yang kita lakukan. Kepercayaan tidak dibangun dalam sehari, tetapi tumbuh dari sikap jujur, tanggung jawab, dan konsisten dalam setiap tindakan," tuturnya.

Ia berharap nilai-nilai tersebut dapat diterapkan oleh seluruh siswa, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat sehingga mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat.

Sebagai bentuk penghargaan atas prestasi yang telah diraih, di penghujung upacara Kepala SMAS Plus Miftahul Ulum, Neng Rumzil Azizah, M.Pd., secara langsung menyerahkan apresiasi kepada Saifullah Nailurridha dan Kadek Ahmad Fauzi Nejad di hadapan seluruh peserta upacara. Penyerahan penghargaan tersebut disambut tepuk tangan meriah dari guru dan siswa sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan kerja keras kedua atlet.

Pemberian apresiasi itu sekaligus menjadi wujud komitmen SMAS Plus Miftahul Ulum dalam membangun budaya penghargaan terhadap setiap prestasi yang diraih peserta didik. Sekolah berharap semakin banyak siswa yang termotivasi untuk mengembangkan potensi diri, baik di bidang akademik maupun nonakademik.

Melalui upacara bendera yang sarat makna tersebut, SMAS Plus Miftahul Ulum kembali menegaskan komitmennya dalam membentuk generasi yang berprestasi, disiplin, dan berintegritas sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.

Dua Pesilat SMAS Plus Miftahul Ulum Harumkan Nama Sekolah di Kejurcab V Pagar Nusa Sumenep 2026

Dua Pesilat SMAS Plus Miftahul Ulum Harumkan Nama Sekolah di Kejurcab V Pagar Nusa Sumenep 2026

 


SUMENEP – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa SMAS Plus Miftahul Ulum Sumenep dalam ajang Kejuaraan Cabang (Kejurcab) V Pagar Nusa Kabupaten Sumenep Tahun 2026. Dua atlet terbaik sekolah berhasil naik podium setelah menunjukkan kemampuan dan semangat juang yang tinggi pada kejuaraan tersebut.

Prestasi pertama diraih oleh Saifullah Nailurridha yang sukses menyabet Juara I Pencak Silat Kategori Dewasa Kelas E. Sementara itu, Kadek Ahmad Fauzi Nejad berhasil meraih Juara III Pencak Silat Kategori Remaja Kelas I. Keberhasilan keduanya menjadi bukti bahwa pembinaan karakter, disiplin, dan prestasi di lingkungan SMAS Plus Miftahul Ulum berjalan seiring dengan pengembangan potensi peserta didik di bidang olahraga.

Kejurcab V Pagar Nusa merupakan ajang kompetisi yang mempertemukan pesilat-pesilat terbaik dari berbagai rayon dan perguruan di Kabupaten Sumenep. Selain menjadi wadah mengukur kemampuan atlet, kejuaraan ini juga menjadi bagian dari pembinaan serta pencarian bibit-bibit pesilat yang diproyeksikan mampu berprestasi pada level yang lebih tinggi.

Kepala SMAS Plus Miftahul Ulum menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih kedua siswa tersebut. Menurutnya, prestasi ini merupakan hasil dari kerja keras para atlet, pelatih, dukungan orang tua, serta pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan.

"Prestasi ini menjadi kebanggaan besar bagi keluarga SMAS Plus Miftahul Ulum. Semoga menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk terus berprestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Kami berharap ananda Saifullah Nailurridha dan Kadek Ahmad Fauzi Nejad terus mengembangkan kemampuannya hingga mampu mengharumkan nama sekolah di tingkat yang lebih tinggi," ujarnya.

Keberhasilan kedua pesilat tersebut disambut antusias oleh keluarga besar sekolah. Prestasi yang diraih tidak hanya menambah deretan pencapaian SMAS Plus Miftahul Ulum, tetapi juga menjadi inspirasi bagi peserta didik lainnya untuk terus berlatih, menjunjung tinggi sportivitas, serta pantang menyerah dalam meraih cita-cita.

Dengan torehan prestasi pada Kejurcab V Pagar Nusa Kabupaten Sumenep Tahun 2026, SMAS Plus Miftahul Ulum kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi yang unggul, berkarakter, berprestasi, dan mampu bersaing di berbagai bidang.

Jumat, 24 Juli 2026

Sinergi Sekolah dan Orang Tua, SMAS Plus Miftahul Ulum Gelar Parenting Education

Sinergi Sekolah dan Orang Tua, SMAS Plus Miftahul Ulum Gelar Parenting Education

 


SUMENEP – SMAS Plus Miftahul Ulum Sumenep terus memperkuat kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam membentuk karakter peserta didik. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Tata Tertib dan Parenting Education bagi wali murid kelas X yang digelar pada Jumat (24/7/2026) di Aula Pondok Pesantren Al Usymuni.

Kegiatan yang diikuti seluruh wali murid baru itu menjadi forum untuk menyamakan persepsi antara sekolah dan orang tua dalam mendampingi peserta didik selama menempuh pendidikan di SMAS Plus Miftahul Ulum. Selain sosialisasi tata tertib sekolah, peserta juga mendapatkan materi parenting yang disampaikan oleh Psikolog Muda Sumenep, Neng Hielma Hasanah, M.Psi., Psikolog.

Dalam pemaparannya, perempuan yang akrab disapa Neng Hielma tersebut menegaskan bahwa masa SMA merupakan fase yang sangat menentukan perjalanan hidup seorang anak. Menurutnya, rentang usia 14–21 tahun bukan sekadar masa remaja, melainkan masa emas kehidupan yang tidak akan terulang.

"Pada usia tersebut Allah menghimpunkan tiga potensi besar dalam diri seorang pemuda, yakni akal yang berkembang pesat, semangat yang sedang menyala, dan fisik yang sedang kuat. Ketiganya harus diarahkan dengan benar agar menjadi bekal meraih masa depan," ujarnya.

Beliau menjelaskan, masa remaja merupakan periode ketika ilmu paling mudah diserap, cita-cita sedang tinggi, serta karakter sedang dibentuk. Karena itu, peran keluarga dan sekolah tidak cukup hanya memberikan pengajaran, tetapi juga mengarahkan tumbuh kembang anak.

Menurut Neng Hielma, akal perlu diarahkan dengan ilmu, semangat dibimbing melalui adab dan amal saleh, sedangkan kekuatan fisik harus dimanfaatkan untuk memperkuat iman dan pengabdian kepada masyarakat.

Sementara itu, Kepala SMAS Plus Miftahul Ulum Sumenep, Neng Rumzil Azizah, M.Pd., mengajak seluruh orang tua untuk memanfaatkan masa muda anak sebagai investasi terbaik bagi masa depannya. Dalam sambutannya, ia mengutip hadis Rasulullah SAW:

"Manfaatkanlah masa mudamu sebelum datang masa tuamu." (HR. Al-Hakim).

Menurutnya, hadis tersebut menjadi pengingat bahwa kesempatan belajar dan membangun karakter pada masa muda tidak akan datang untuk kedua kalinya. Oleh sebab itu, orang tua diharapkan mampu menghadirkan lingkungan yang mendukung tumbuhnya semangat belajar, kedisiplinan, serta akhlak mulia.

"Keberhasilan pendidikan anak tidak mungkin hanya dibebankan kepada sekolah. Dibutuhkan sinergi yang kuat antara orang tua dan guru agar anak mendapatkan pendampingan yang selaras, baik di rumah maupun di sekolah," tegasnya.

Melalui kegiatan ini, SMAS Plus Miftahul Ulum berharap terbangun komunikasi yang lebih erat dengan para wali murid sehingga proses pendidikan dapat berjalan secara optimal. Dengan kolaborasi yang kuat, sekolah optimistis mampu mencetak generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan, berkarakter, berakhlak mulia, serta siap memberikan manfaat bagi masyarakat.

Rabu, 15 Juli 2026

Bentengi Pelajar dari Ancaman Narkoba, BNN Isi Materi Hari Ketiga MPLS SMAS Plus Miftahul Ulum

Bentengi Pelajar dari Ancaman Narkoba, BNN Isi Materi Hari Ketiga MPLS SMAS Plus Miftahul Ulum

 


SUMENEP – Upaya membentengi peserta didik dari ancaman penyalahgunaan narkoba dilakukan sejak dini oleh SMAS Plus Miftahul Ulum. Pada hari ketiga Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Rabu (15/7), panitia menghadirkan Badan Narkotika Nasional (BNN) sebagai pemateri khusus tentang bahaya narkoba.

Seluruh peserta didik baru mengikuti kegiatan yang digelar di aula sekolah dengan antusias. Selama lebih dari satu jam, mereka mendapatkan pembekalan mengenai jenis-jenis narkotika, dampak penyalahgunaan bagi kesehatan dan masa depan, hingga berbagai modus peredaran narkoba yang kini semakin menyasar kalangan remaja.

Tidak hanya itu, para siswa juga diajak memahami pentingnya keberanian menolak ajakan menggunakan narkoba serta membangun lingkungan pergaulan yang sehat. Suasana berlangsung interaktif. Sejumlah peserta aktif mengajukan pertanyaan seputar cara mengenali dan menghindari penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitar.

Ketua Panitia MPLS, Iriyanti, S.Pd., mengatakan, pembekalan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar sekolah membentuk karakter peserta didik sejak hari pertama menginjakkan kaki di bangku SMA.

"Kami ingin anak-anak memahami bahwa prestasi dan masa depan hanya bisa diraih jika mereka mampu menjaga diri dari pengaruh negatif, terutama narkoba. Karena itu, kami menghadirkan BNN agar peserta memperoleh informasi yang benar langsung dari ahlinya," ujarnya.

Menurut dia, sekolah memiliki tanggung jawab tidak hanya mencetak peserta didik yang unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam karakter dan memiliki kesadaran untuk hidup sehat.

"Harapan kami, seluruh peserta didik baru menjadi generasi yang berani mengatakan tidak terhadap narkoba dan mampu menjadi teladan di lingkungan keluarga maupun masyarakat," tambahnya.

Salah seorang peserta didik baru, Ahmad Homaedi, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru dari materi yang disampaikan. Selama ini dirinya hanya mengetahui narkoba secara umum.

"Ternyata jenis narkoba sangat banyak dan dampaknya sangat mengerikan. Kegiatan ini membuat saya semakin sadar pentingnya menjaga pergaulan dan tidak mudah terpengaruh ajakan teman," ungkapnya.

Hal senada disampaikan Dewi Kholifatur Rodiyah. Menurutnya, penyampaian materi dari BNN mudah dipahami karena disertai contoh kasus yang dekat dengan kehidupan remaja.

"Saya jadi lebih paham bagaimana cara menghindari narkoba dan pentingnya memilih teman yang baik. Materi ini sangat bermanfaat karena bisa menjadi bekal bagi kami untuk menjaga diri," katanya.

Melalui pembekalan tersebut, SMAS Plus Miftahul Ulum menegaskan komitmennya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba. Edukasi sejak dini diharapkan menjadi bekal bagi peserta didik untuk menatap masa depan sekaligus menjadi agen pencegahan narkoba di tengah masyarakat.

Senin, 13 Juli 2026

MPLS 2026 SMAS Plus Miftahul Ulum Resmi Dibuka, Gerbang Awal Menyiapkan Generasi Cemerlang Menuju Indonesia Emas

MPLS 2026 SMAS Plus Miftahul Ulum Resmi Dibuka, Gerbang Awal Menyiapkan Generasi Cemerlang Menuju Indonesia Emas

Prosesi upacara pembukaan MPLS

SUMENEP – Ratusan peserta didik baru SMP Plus dan SMAS Plus Miftahul Ulum mengikuti pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Pelajaran 2026–2027, Senin (13/7). Kegiatan yang dipusatkan di lapangan sekolah itu menjadi penanda dimulainya perjalanan akademik siswa baru selama tiga tahun ke depan.

Pembukaan MPLS dilaksanakan melalui upacara yang berlangsung khidmat. Bertindak sebagai pembina upacara, KH. Hisbullah Huda, S.H.I. mengajak seluruh murid menjadikan MPLS sebagai momentum untuk membangun semangat belajar sejak hari pertama.

Dalam amanatnya, ia menegaskan bahwa MPLS bukan sekadar agenda tahunan penyambutan murid baru, tetapi merupakan gerbang memasuki dunia ilmu pengetahuan dan pembentukan karakter.

"MPLS merupakan gerbang ilmu selama tiga tahun ke depan. Ini adalah program tahunan untuk menyambut kehadiran murid baru," ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan seseorang tidak ditentukan oleh kecerdasan semata, melainkan oleh kemampuan menjaga konsistensi dalam belajar. Karena itu, ia mengingatkan seluruh murid agar menanamkan sikap istiqamah sejak awal menempuh pendidikan.

"Kesuksesan merupakan suatu istiqamah dalam mencari ilmu. Kesuksesan itu berasal dari dan untuk diri kita sendiri," tegasnya.

Di akhir amanatnya, KH. Hisbullah Huda menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh murid baru.

"Selamat datang murid baru, murid cemerlang menuju Indonesia Emas," katanya.

Usai upacara, pembukaan MPLS ditandai dengan pelepasan balon ke udara. Momen tersebut disambut antusias oleh para peserta sebagai simbol dimulainya rangkaian MPLS Tahun Pelajaran 2026–2027.

Sementara itu, Kepala SMAS Plus Miftahul Ulum, Nyai H. Rumzil Azizah, M.Pd., mengatakan bahwa MPLS merupakan fase penting untuk membantu murid beradaptasi dengan lingkungan sekolah sekaligus membangun rasa percaya diri.

"MPLS bukan sekadar pengenalan aturan dan ruang kelas. Ini adalah jembatan emas untuk memulai babak baru, menemukan saudara sejiwa, dan berani melangkah bertumbuh," ungkapnya saat ditemui tim redaksi.

Ia menegaskan bahwa sekolah tidak menuntut murid menjadi sempurna sejak hari pertama. Yang lebih penting adalah keberanian untuk belajar, mencoba, serta tumbuh bersama dalam lingkungan yang positif.

"Kami tidak menuntut kalian langsung sempurna. Cukup berani mencoba, belajar dengan hati, dan berjalan bersama dalam kebaikan," tuturnya.

Kepala Sekolah yang akrab disapa Neng Sisil tersebut berharap semangat yang dibangun sejak pelaksanaan MPLS mampu menjadi bekal bagi para murid selama menempuh pendidikan di SMAS Plus Miftahul Ulum.

"Semangat yang kalian tanam hari ini akan menjadi kekuatan perjalanan kalian selama tiga tahun ke depan. Selamat berproses, calon pemimpin masa depan. Selamat menjadi bagian keluarga besar SMAS Plus Miftahul Ulum," pungkasnya.

Selama beberapa hari ke depan, peserta didik baru akan mengikuti berbagai agenda MPLS yang dirancang untuk mengenalkan budaya sekolah, membangun karakter, menumbuhkan kedisiplinan, serta memperkuat semangat belajar sebagai bekal meraih prestasi di masa depan.

Kamis, 28 Mei 2026

Iduladha dan Semangat Belajar: Meneladani Keikhlasan untuk Meraih Masa Depan

Iduladha dan Semangat Belajar: Meneladani Keikhlasan untuk Meraih Masa Depan

 


Hari Raya Iduladha bukan sekadar perayaan penyembelihan hewan kurban. Lebih dari itu, Iduladha merupakan momentum spiritual yang sarat dengan pelajaran kehidupan, terutama tentang keikhlasan, pengorbanan, ketaatan, dan perjuangan dalam meraih cita-cita. Nilai-nilai tersebut sangat relevan dengan dunia pendidikan, khususnya dalam membangun semangat belajar generasi muda di era modern saat ini.

Kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS menjadi teladan agung tentang kepatuhan kepada Allah SWT. Nabi Ibrahim rela mengorbankan sesuatu yang paling dicintainya demi menjalankan perintah Allah. Sementara Nabi Ismail menunjukkan keteguhan hati dan ketaatan luar biasa meskipun harus menghadapi ujian yang berat. Dari kisah tersebut, kita belajar bahwa keberhasilan tidak akan diraih tanpa perjuangan dan pengorbanan.

Dalam konteks pendidikan, semangat berkurban dapat dimaknai sebagai kesediaan siswa untuk mengorbankan rasa malas, menunda kesenangan sesaat, serta meninggalkan kebiasaan yang tidak produktif demi masa depan yang lebih baik. Belajar membutuhkan kesabaran, kedisiplinan, dan ketekunan. Tidak ada keberhasilan yang datang secara instan. Setiap prestasi lahir dari proses panjang yang penuh perjuangan.

Saat ini, tantangan belajar semakin kompleks. Kemajuan teknologi memang memberikan kemudahan akses informasi, tetapi di sisi lain juga menghadirkan banyak distraksi. Media sosial, permainan daring, dan budaya instan sering kali membuat semangat belajar siswa menurun. Oleh karena itu, momentum Iduladha harus menjadi refleksi bersama bahwa pengendalian diri merupakan bagian penting dalam mencapai kesuksesan.

Iduladha juga mengajarkan pentingnya berbagi dan peduli terhadap sesama. Dalam dunia pendidikan, semangat berbagi dapat diwujudkan melalui sikap saling membantu antarteman, menghargai guru, dan menciptakan lingkungan belajar yang positif. Siswa yang cerdas bukan hanya mereka yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan akhlak yang baik.

Sebagai pelajar di SMAS Plus Miftahul Ulum, semangat belajar harus terus dipupuk dengan niat yang tulus. Belajar bukan semata-mata untuk mendapatkan nilai tinggi, tetapi juga sebagai bentuk ibadah dan usaha mempersiapkan diri menjadi generasi yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat. Pendidikan yang dilandasi keikhlasan akan melahirkan pribadi yang tangguh dan berkarakter.

Guru dan orang tua juga memiliki peran besar dalam menanamkan nilai-nilai Iduladha kepada siswa. Pendidikan tidak cukup hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga harus membangun karakter dan spiritualitas. Keteladanan dari guru serta dukungan keluarga akan menjadi energi positif bagi siswa untuk terus semangat belajar dan tidak mudah menyerah menghadapi kesulitan.

Momentum Iduladha hendaknya menjadi pengingat bahwa setiap cita-cita membutuhkan pengorbanan. Jika Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail mampu menunjukkan ketaatan luar biasa kepada Allah SWT, maka para pelajar juga harus mampu menunjukkan perjuangan dalam menuntut ilmu. Kurban sejati bagi seorang pelajar adalah melawan kemalasan, disiplin dalam belajar, dan terus berusaha memperbaiki diri.

Akhirnya, mari menjadikan Hari Raya Iduladha sebagai sumber inspirasi untuk meningkatkan semangat belajar. Dengan keikhlasan, kerja keras, dan doa, setiap siswa mampu meraih impian serta menjadi generasi unggul yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing tinggi. Semoga semangat pengorbanan dalam Iduladha mampu menyalakan semangat belajar yang tidak pernah padam dalam diri setiap pelajar.

Minggu, 17 Mei 2026

MENGAPA TAK PERNAH SADAR?

MENGAPA TAK PERNAH SADAR?

Ilustrasi (Foto: Aditya Aji/AFP viahttps://www.trenmedia.co.id/)

(Akhir tahun memang selalu membuat was-was khususnya tahun ini. Pasalnya hujan dan angin selalu datang beriringan, bencana datang. Tragedi bencana alam tanggal 25 November 2025 menjadi bukti nyata bahwa akhir tahun menyimpan ceritanya sendiri dalam kalender akhir tahunku. Terkhusus Pulau Sumatera, aku mempunyai catatan sendiri tentang bencana alam karena mengingatkanku pada tahun 2004 saat tsunami menerjang Aceh karena bertepatan dengan ulang tahunku. Bencana di Sumatera tidak lahir dengan sendirinya, tetapi campur tangan manusia memberikan andil besar. Puisi ini lahir karena perkara ini sebagai bentuk catatan untuk kesadaran.)

Bulan November memasuki akhir

Aku mendongak meramal cuaca di pelataran rumah

Kataku dalam hati :

Biasanya akhir tahun angin kencang dan hujan

Sambil mengisap lingting rokok yang tinggal separuh

Dengan trauma kambuhanku,

Teringat pula tahun dua ribu empat

Tsunami menggulung Aceh

Tanggal dua puluh enam desember[1]

Tepat hari ulang tahunku

Rakyat berduka, Indonesia berduka.

Aku yang waktu itu menonton lewat televisi tetangga mengelus dada

 

Kini, di akhir tahun kembali

Aceh dan daerah sumatera lainnya kembali menangis dengan air[2]

Air bah yang melumat semuanya

Air mata kehilangan

Air mata kesedihan

Air mata doa

Air mata harapan

Seribu dua ratus lebih orang meregang nyawa[3]

Ratusan ribu orang mengungsi

Sementara yang lain ada yang mencuri simpati

Biar dikira peduli, memilukan diri lalu selfie

 

Mengapa tak pernah sadar?

Ada yang beda dari dua bencana ini

Satu karena alam, satunya campur tangan manusia

Kayu gelondongan menggelinding

Hutannya dibabat diganti sawit-sawit

Mineralnya diambil

Kapan sumatera akan damai?

 

Perlu kiranya duduk di teras rumah

Mengaji tanah dan hujan

Mengaji langit dan bumi

Mengaji air dan api

Agar semuanya seimbang[4]

 

Mengapa tak pernah sadar?

Padahal dengan bahasa yang paling sederhana

Seorang penyanyi telah mengingatkan

“Mengapa di tanahku terjadi bencana?”[5]

Bertahun-tahun lagu ini tetap di putar

Kadang menjadi backsound gambar atau video duka di medsos

Sayangnya lagu ini jadi teman penikmat senja

Pembaca infografik keuntungan

Tanpa membaca kerugian untuk alam dan anak cucu

 

Mengapa tak pernah sadar?

Padahal ucapan:

Selamat hari bumi

Selamat hari lingkungan hidup

Selamat hari air

Selamat hari udara

Dan hari-hari selamat lainnya yang banyak sekali

Justeru tidak menyelamatkan dari bencana

Poster dan ucapan dishare dari jari ke jari

Tapi tak sampai pada sanubari

 

Sumatera bukan anak kecil yang pura-pura menangis

Jika dibelikan balon dan permen kemudian diam

Sumatera adalah ruang belajar yang tak pernah dipelajari

Dari Suku Anak Dalam harusnya belajar[6]

Satu kehidupan satu pohon ditanam

Pada mereka harusnya belajar

Mengelola kidupan tanpa keserakahan

Pada mereka harusnya belajar

Untuk kembali mencintai bumi secara kaffah

 

 

 

 

Referensi

1Tsunami Aceh 2004 Kronologi, Korban, dan Reformasi Penanggulangan Bencana

2https://www.cnnindonesia.com/nasional/20251127135953-20-1300085/fakta-fakta-banjir-besar-kepung-aceh-sumut-hingga-sumbar.

3 Tragis! BNPB Sebut 1.200 Orang Tewas dalam Bencana Sumatera 

4 Thales: “Keseimbangan sebagai Inti Keberadaan Alam Semesta"

5 Lirik Lagu Ebiet G. Ade - Berita Kepada Kawan dan Maknanya Bertema Musibah Alam | kumparan.com

6 Belajar Melestarikan Tradisi dan Menjaga Alam dari Suku Anak Dalam

 



[1] Pada 26 Desember 2004, sekitar pukul 07:58 WIB, sebuah gempa bumi dengan kekuatan luar biasa mengguncang kawasan Samudra Hindia, sekitar 250 kilometer barat daya Aceh. Gempa ini tercatat memiliki magnitudo 9,1-9,3 Skala Richter (SR), menjadikannya salah satu gempa terbesar yang pernah tercatat dalam sejarah. Di Aceh, lebih dari 167.000 orang tercatat tewas, dengan ribuan lainnya terluka dan hilang. 

[2] Banjir dan longsor parah melanda beberapa wilayah di Pulau Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara (Sumut), hingga Sumatera Barat (Sumbar) menimbulkan korban jiwa hingga memutus akses komunikasi dan transportasi.

[3] Catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sejak akhir November 2025 hingga 20 Januari 2026

[4] Menurut Thales, alam semesta bekerja secara harmonis melalui interaksi elemen-elemen seperti air, tanah, udara, dan api. Ketidakseimbangan di antara elemen-elemen ini dapat menyebabkan kekacauan

[5] Salah satu karya Ebiet G. Ade yang sangat terkenal tentang musibah adalah Berita Kepada Kawan. Ebiet G. Ade ungkap bencana alam tersebut untuk mengintropeksi diri.

[6] Suku Anak Dalam bermukim di Pelepat, Bungo, Jambi. Masyarakat yang biasa disebut sebagai Orang Rimba ini terus menjaga tradisi nenek moyangnya, di mana nilai-nilai kehidupan tertinggi adalah menyatu dan bersahabat dengan alam.

Sabtu, 09 Mei 2026

Lepas Kenang Penuh Makna, SMAS Plus Miftahul Ulum Tekankan Ilmu dan Nilai Spiritual

Lepas Kenang Penuh Makna, SMAS Plus Miftahul Ulum Tekankan Ilmu dan Nilai Spiritual

Foto bersama lepas kenang siswa kelas XII


Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti kegiatan lepas kenang siswa kelas XII SMAS Plus Miftahul Ulum yang digelar pada Jumat, 8 Mei 2026. Kegiatan tersebut menjadi momentum emosional bagi para siswa, guru, dan orang tua dalam melepas 99 siswa-siswi menuju jenjang kehidupan yang lebih luas.

Acara berlangsung khidmat dengan berbagai penampilan persembahan siswa, penyampaian pesan dan kesan, serta prosesi pelepasan yang dipenuhi suasana haru. Tidak sedikit siswa dan guru yang tampak meneteskan air mata ketika mengenang perjalanan panjang selama menempuh pendidikan di sekolah tersebut.

Kepala SMAS Plus Miftahul Ulum, Rumzil Azizah, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas kelulusan para siswa. Saat ditemui tim redaksi, ia menegaskan bahwa kelulusan bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal untuk menghadapi kehidupan yang lebih besar.

“Hari ini, dengan rasa syukur dan bangga, kami melepas 99 siswa-siswi kelas XII SMAS Plus Miftahul Ulum. Ini bukanlah akhir perjalanan, tetapi awal dari langkah baru menuju kehidupan yang lebih luas,” ujarnya.

Ia juga memberikan pesan motivasi yang disambut antusias para siswa.

“Anak-anakku yang saya banggakan, lulus bukan akhir, ini baru level up. Setiap capaian bukan untuk berhenti, tetapi untuk naik menuju tangga kehidupan berikutnya,” tambahnya.

Dalam pesannya, ia turut mengingatkan pentingnya meluruskan niat dalam setiap langkah kehidupan dengan mengutip sebuah ungkapan penuh makna:

مَا كَانَ لِلَّهِ يَبْقَى، وَمَا كَانَ لِغَيْرِهِ يَفْنَى

“Apa yang dilakukan karena Allah akan tetap bernilai, dan yang bukan karena-Nya akan sirna.”

Menurutnya, nilai spiritual dan ketulusan menjadi fondasi penting bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.

Di lain pihak, Wakasek Kesiswaan Tutik Herawati juga menyampaikan rasa bangga terhadap para siswa yang telah menyelesaikan pendidikan dengan penuh perjuangan.

“Melihat anak-anak mampu sampai di titik kelulusan hari ini adalah kebahagiaan tersendiri bagi kami para guru. Kami menyaksikan bagaimana mereka bertumbuh, belajar menghadapi tantangan, dan berproses menjadi pribadi yang lebih dewasa,” tuturnya.

Ia berharap para lulusan tidak berhenti belajar dan terus menjaga nama baik almamater di mana pun berada.

“Kami berharap lulusan SMAS Plus Miftahul Ulum tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki akhlak, tanggung jawab, dan semangat untuk terus belajar. Jangan pernah merasa puas hanya karena sudah lulus SMA. Teruslah melangkah, gapai cita-cita setinggi mungkin, dan jadilah generasi yang membawa manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan agama,” lanjutnya.

Lepas kenang tahun ini bukan sekadar seremoni perpisahan, tetapi menjadi ruang refleksi atas perjuangan panjang para siswa selama menempuh pendidikan. Di tengah derasnya tantangan zaman, sekolah berharap para lulusan mampu menjadi generasi tangguh yang tetap memegang nilai moral, spiritual, dan semangat belajar sepanjang hayat.

Jumat, 08 Mei 2026

Ngopene Bhasa Ebhu menangka Tareka Ngajhum Bhangsa

Ngopene Bhasa Ebhu menangka Tareka Ngajhum Bhangsa

Amaliyah Hasanah saat menerima penghargaan


Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Alhamdulillahirabbil alamin wabihi nasta'inu ala umuriddunya waddin wassholatu wassalamu ala asyrofil anbiya'i wal mursalin sayyidina Muhammadin wa ala alihi wa shohbihi ajma'in. Amma ba'du.

Saleraepon se molja dewan juri...

Kaonjuga saleraepon para guru...

Para Rabu se same-same emolja'agi Allah.

Kabidhan ator, ngereng areng-sareng ngatorraghi okara pojhi sokkor alhamdulillah da’ ajunannepon Allah se amorbha jhaghat, amargha bhadhan kaula sareng para ajunan salgghi’ kapareng bherkat omor, se abhunggher cengngar bhinar pada sama Rambha.

Sholawat sareng salam samoga'a tettep eatoragi dha' ajunan se molja Nabi Muhammad SAW, se kaonang ate tennang, kaponjuk sadaja ummat tor se ampon andaddiyagi obur sareng kaca kebbang dha' kaula sadaja e dunyya kantos akherat.

Sakone' kaula maemot dha' ajunan sadaja ja' basa Madura ka'dhinto ampon on-laon elang dhari oca' re-sa’are, husussepon neng Kottha Songennep. Aponapa ma' ekoca'agi elang on-laon? Amarga ampon bannya' na'-kana' ngongodhadan se arassa todhus aguna'agi Bhasa Madura. Bannya' oreng seppo se ampon ngajari pottrana Bhasa Inggris, Bhasa Jerman tor laennepon, ta' sakone' potra-potre madura se epatoman abhasa Indonesia, la-mala ampon ekabidi dhari na'-kana' TK.

Para Rabu se same molja,

Ngopene bhasa Madhura dalem hal paneka bhasa ebhu, banne ghun pakakas dalem abhanta da’ pasera’a bisaos, bhasa ebhu paneka tamonena nyaba, gambarranna ate, serta wujud dari karakter settong bhangsa. Bada dalem oca’ parebhasan, “Bhasa notthuwaghi Bhangsa” searte epon manabi Bhasana sae, maka dhrajhaddha bhangsana jhughan tengghi. Manabi Bhasana elang, maka jathidhiri otaba identitas bhangsa kasebbhut jhughan bakal elang.

Para Rabu se same molja,

Tantangan meyara bhasa Madhura edalem jaman samangken sajan berra’, bannya' na'-kana' ngongodhadan se ampon ngarassa kerras otaba todhus aghuna’aghi Bhasa Madhura se sae. Mela darika’dinto da’pasera’a bisaos wajib ka angguy arabat bhasa ebhu tor bangaseppo se ampon para' tadha’a, katopowan sareng bhasa se dhari lowar, bhasa se kasambat gaul tor samacem mepon. Kadinapa carana arabat bhasa sopaja tettep kalonta? Ngereng kabidi baja samangken, areng-sareng gadhuwan neyat ikhlas kaangguy merte tor gumate dhalem malanggeng tor masekken bhasa Madura.

Para rabu se same parjuga.

Menorot pamanggi badan kaula enggi ka'dhinto badha tello' tareka se kodu epeyara tor epatombu nojju bagussa kabadha'an magarsare se bakal dhateng se akor sareng ngajum bhangsa matombu bhasa;

Se sapesan: nyara pabinareng, ngobbar gumate para moret sopaja ajar bhasa Madura se lerres. Same-same alampa'agi ondhagga basa se ampon akor sareng atoran. Se ebukteyagi kalaban abadhi kasaroju’an e sakola’an, contoepon program JAMU (Jhum’at Amadhura) seka’dimma guru sareng mored ewajibbaghi aguna’agi Bhasa Madhura e sabben are Jum’at.

Se kapeng dhuwa’ enggi ka’dhinto; molae dhari aba’ dibi’, guna’agi Bhasa Madura e compo’ bang-sebangnga, pabiyasa tor-mator kalaban Bhasa Madura, ka potra/potre, ka oreng seppo tor tatangga (magarsare). Kantos Bhasa Madura ka’dhinto kapereng terros e antarana bhasa-bhasa manca.

Se kapeng tello’; manfa’attaghi Media Sosial khusus na'-kana' ngongodhadan kangguy ngenallaghi kabhaghusanna Bhasa Madhura tor kabhudhajhan saengghana kalonta dha’ naghara manca.


Para rabu se same parjuga.

Manabi bhadankaule sareng ajunan meyara bhasa ebhu, engghika’dinto ampon ajagha tangka ban budhajha Madhura, Manabi budhajana kowat, maka nagara paneka bhakal kowat. Bhangsa se molja paneka bhangsa se malepen ka asal-osolla, se ta’ loppa da’ Bhasa lesanna ebhuna dhibi’. Tor pangarep e bingkeng are Bhhasa Madhura bakal tettep daddi basa Ebhu se ta’ bhakal elang sampe’ aher jaman. Paleng bunten song-osong lambung, areng-sareng nyo’on Lella, petodu, kakowadan tor kalodhangan dhari Allah se Maha Pangaraksa kantos basa Madura daddi basa sekalonta.

Para rabu se same parjuga. 

Saka'dhinto tor-ator dhari badan kaula. Sakone', namong moga abakta'a barokah tor kasaeyan dha' kaula sadaja, manabi badha aeng seramma Lorong, panabussa teppal pamator jugan korang sonduk dha' panggaliyan para pangrabu abdina nyo'ona pangapora.

Du ma' ellang-ellang bhiru

Tada' ellang maradhara

Du ma' palang-palang gellu

Mon pas elang bhasa Madura

Wassalamualaikum wr.wb


* Teks pidato Amaliyah Hasanah yang mengantarkannya memenangi lomba pidato bahasa Madura tingkat Kabupaten Sumenep

Senin, 04 Mei 2026

SISWI SMAS PLUS MIFTAHUL ULUM RAIH JUARA 1 LOMBA PIDATO BAHASA MADURA TINGKAT KABUPATEN SUMENEP

SISWI SMAS PLUS MIFTAHUL ULUM RAIH JUARA 1 LOMBA PIDATO BAHASA MADURA TINGKAT KABUPATEN SUMENEP

Sumenep – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh peserta didik SMAS Plus Miftahul Ulum. Amaliyah Hasanah, siswi kelas X-E, berhasil meraih Juara 1 dalam Lomba Berpidato Bahasa Madura tingkat SMA, SMK, dan PK-PLK Negeri/Swasta se-Kabupaten Sumenep.

Ajang bergengsi yang diselenggarakan oleh Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Sumenep ini berlangsung pada tanggal 18 April hingga 1 Mei 2026. Kompetisi tersebut diikuti oleh berbagai sekolah terbaik, sehingga keberhasilan ini menjadi pencapaian yang sangat membanggakan.

Keberhasilan Amaliyah Hasanah tidak terlepas dari kerja keras, latihan yang konsisten, serta dukungan dari guru pembimbing dan pihak sekolah. Kemampuan berbahasa daerah yang baik serta penguasaan materi pidato menjadi kunci utama dalam meraih prestasi tersebut.

Kepala SMAS Plus Miftahul Ulum, Rumzil Azizah, M.Pd. turut memberikan apresiasi atas capaian gemilang ini. Dalam keterangannya beliau menyampaikan, “Kami dengan tulus menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas capaian tersebut. Keberhasilan Lia dinilai tidak hanya mengharumkan nama sekolah, tetapi juga menjadi kontribusi nyata dalam melestarikan bahasa daerah sebagai bagian dari identitas budaya.

Selanjutnya kami berharap prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi seluruh peserta didik yang lainnya untuk terus berusaha, berprestasi, serta menanamkan niat yang baik dalam setiap aktivitas, sehingga setiap langkah yang dilakukan bernilai ibadah dan membawa keberkahan.”

Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi siswa-siswi lainnya untuk terus mengembangkan potensi diri, khususnya dalam bidang kebahasaan dan pelestarian budaya lokal. SMAS Plus Miftahul Ulum berkomitmen untuk terus mendukung peserta didik dalam meraih prestasi di berbagai bidang.

Minggu, 19 April 2026

Prestasi Membanggakan, Karya Inovasi Guru SMAS Plus Miftahul Ulum Masuk 50 Besar EJIES 2026

Prestasi Membanggakan, Karya Inovasi Guru SMAS Plus Miftahul Ulum Masuk 50 Besar EJIES 2026

Sumenep, 19 April 2026. SMAS Plus Miftahul Ulum kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah pendidikan Jawa Timur. Salah satu guru terbaiknya, Aisyah Fiyanti, S.Pd., berhasil masuk dalam 50 Besar Karya Inovasi Terbaik EJIES 2026 melalui karya inovatif bertajuk “Pemanfaatan Canva Code AI dalam Pembuatan Kalkulator Kimia pada Materi Konsep Mol.”

Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa inovasi dalam dunia pendidikan terus berkembang, seiring dengan pemanfaatan teknologi digital yang kreatif dan relevan dengan kebutuhan pembelajaran masa kini. Karya yang diusung Aisyah tidak hanya menawarkan solusi praktis dalam pembelajaran kimia, tetapi juga menjadi contoh bagaimana guru dapat mengintegrasikan teknologi berbasis kecerdasan buatan untuk meningkatkan pemahaman siswa.

Dalam keterangannya, Aisyah Fiyanti mengungkapkan rasa haru dan syukurnya atas pencapaian tersebut.

"Saya merasa sangat terharu dan bersyukur, berada di titik ini merupakan buah dari dukungan banyak pihak. Hal ini juga pengingat bagi saya untuk tetap rendah hati dan terus belajar. Mohon doa restunya agar saya dapat menjalani proses ke tahap selanjutnya dengan hasil yang maksimal," tuturnya.

Sementara itu, Kepala SMAS Plus Miftahul Ulum, Rumzil Azizah, M.Pd., memberikan apresiasi tinggi atas prestasi yang diraih.

"Alhamdulillah, capaian Ibu Aisyah Fiyanti, S.Pd masuk 50 Besar Karya Inovasi Terbaik EJIES Jawa Timur 2026 menjadi penanda awal keberhasilan guru SMAS Plus Miftahul Ulum di ajang EJIES. Ini bukan sekadar prestasi individu, tetapi langkah pembuka, pijakan pertama, dan energi penggerak bagi lahirnya inovasi-inovasi guru berikutnya," ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan ini menunjukkan kesiapan guru SMAS Plus Miftahul Ulum untuk bersaing dan berprestasi di tingkat yang lebih luas.

"Dari sini kita belajar bahwa dengan semangat tumbuh, bergerak, dan berdampak, guru mampu menghadirkan karya yang diperhitungkan. Bahwa guru SMAS Plus Miftahul Ulum siap berkarya dan berprestasi di ruang yang lebih luas. Semoga ini menjadi awal dari banyak capaian berikutnya. Aamiin Allahumma Aamiin," pungkasnya.

Prestasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh civitas akademika untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam memajukan dunia pendidikan, khususnya dalam menghadapi tantangan era digital. SMAS Plus Miftahul Ulum pun semakin meneguhkan komitmennya sebagai lembaga pendidikan yang adaptif, kreatif, dan berorientasi pada masa depan.